Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
"


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
.....................................................
.....................................................
Salam Ukhuwah Islamiyah
......................................................
......................................................
......................................................
.....................................................
From me:
............................
R-y
http://www.adriandw.com/dunia_islam.htm

Blog EntryNov 11, '11 11:29 AM
for everyone
Solder adalah alat pemanas untuk melelehkan timah sehingga menempel pada kaki-kaki transistor atau komponen elektronika lainnya, sehingga kaki-kaki tersebut bersatu dengan jalur pada pcb (printed circuit board). Keterampilan yang paling dasar yang diperlukan untuk merakit / memperbaiki perangkat elektronik adalah teknik menyolder. Teknik menyolder ini tidak bisa secara instant dikuasai, bagi lulusan sekolah sekolah teknik ini merupakan pelajaran yang mendasar. Sedangkan untuk orang awam ini membutuhkan latihan beberapa waktu untuk membuat sambungan yang sempurna.

Berbagai jenis solder tersedia banyak pilihan tergantung pada anggaran anda, perangkat yang anda kerjakan dan seberapa serius anda dalam bidang ini. Untuk penggunaan seperti reparasi HP misalnya digunakan solder tipe blower / hot air. Solder jenis ini memiliki temperatur yang dapat diatur dari 100C sampai 540C.

1. Solder biasa, jenis ini merupakan yang paling banyak digunakan karena harganya yang relatif murah, untuk keperluan merakit / servis sudah cukup memadai. Walaupun sebenarnya jika kita memilih merk yang bagus akan lebih mahal tetapi seimbang dengan kualitasnya, misalnya goot / hakko dan lainnya. Solder yang memiliki pemanas tipe keramik biasanya lebih mahal dan lebih panjang umurnya dibandingkan dengan solder dengan pemanas tipe coil.



2. Solder dengan kontrol suhu, Ada beberapa jenis solder yang memiliki pengaturan suhu secara otomatis. Solder biasa tidak memiliki fitur ini, ciri solder ini adalah memilliki box kontrol terpisah dari solder tersebut. Kelebihan jenis ini adalah bila dinyalakan seberapa lama pun suhunya akan stabil / konstan sehingga tidak merusak solder itu sendiri begitu juga dengan tegangan yang naik turun tidak akan mempengaruhi suhu solder, sedangkan pada solder biasa suhunya akan meningkat seiring tegangan yang diberikan dan waktu menyalakannya, bila dibiarkan terus menerus menyala biasanya ujung solder dekat elemen akan meleleh. Spesifikasi yang biasa terdapat untuk jenis ini misalnya :
Heating Element : Ceramic Heater
Temperature Range : 200 ~ 480 °C
Temperature Stability : ± 1 °C (no load)
Tip to Ground Resistance : di bawah 2Ω
Tip to Ground Potential : di bawah 2mV


3. Solder Uap / blower / Hot air, Blower merupakan salah satu varian dari Solder. Disebut blower karena proses penggunaannya menggunakan udara. Pada blower standar yang digunakan dalam praktikum, terdapat 2 pengaturan. Pengaturan pertama merupakan kekuatan panas (heating) yang akan dikeluarkan melalui mata solder, dan pengaturan yang lain merupakan tekanan (kekuatan hembusan) udara yang akan dipancarkan. Kedua pengatur ini bekerja secara linier satu sama lain. Semakin tinggi suhu udara yang dipancarkan, akan bertambah kuat lagi jika dinaikkan tekanan udara yang akan dikeluarkan..

Adapun spesifikasi blower yang biasa digunakan adalah :
1.Solder Uap Welding Remover Untuk soldering dan desoldering komponen SMD yang sangat kecil
2.Dapat digunakan untuk heat shirt tube,
3.Heat energy test dan heat processing
4.Temperatur dapat diatur dari 100C sampai 540C
5.Dengan circuit Anti-static untuk melindungi kerusakan komponen


Dan berikut ini beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli solder :

Tegangan : Yang harus diingat adalah tegangan kerja solder tersebut hendaknya disesuaikan dengan tegangan yang dimiliki.Umumnya tegangan nya adalah 220-240VAC, untuk beberapa solder tertentu ada juga yang memiliki teganga kerja dc, yaitu 12-48VDC dengan pemakaian arus hingga 3-4A. Bandingkan dengan solder AC yang memiliki arus <0,5A, tapi solder jenis ini agak jarang.

Daya / Watt: Biasanya, rata rata teknisi menggunakan solder dengan rating daya antara 30-40 watt atau lebih, Saya sendiri selalu menggunakan yang 40W karena jika menggunakan 30W akan sulit untuk mencabut Transistor besar di TV rusak. Secara teori solder yang memiliki daya lebih besar maka akan lebih tinggi juga suhu yang dihasilkan, pertimbangkan untuk membeli sesuai dengan kebutuhan kita. Untuk kebutuhan perangkat elektronik 30-40W sudah memadai.

Perlindungan Anti-statis: Bila anda berniat untuk menyolder komponen seperti MOSFET / IC EEPROM / IC berjenis CMOS yang rentan terhadap listrik statis maka solder biasa yang umum tidak akan cocok digunakan, akan lebih baik jika menggunakan solder yang memiliki pengaman anti statis seperti yang dimiliki jenis High Precision Thermostat Solder / Solder dengan kontrol suhu seperti diatas.


Nah bagaimana jika kita hanya memiliki solder biasa namun perangkat yang kita solder merupakan komponen yang sensitif?. Gampang, buat saja grounding buatan, caranya lilitkan kabel ke ujung / body solder pemanas ( bagian logamnya ) beri kabel agak panjang. Ujung satunya disambungkan ke paku yang sebelumnya sudah dipakukan ke tembok, semakin dalam paku tersebut menancap akan semakin baik groundingnya, kelembaban tembok juga menentukan baik buruknya grounding. Saya biasa menggunakan paku beton 12cm untuk grounding buatan ini dan cukup bagus hasilnya.

http://www.infoservicetv.com/jenis-jenis-solder-untuk-service.html



Blog EntrySep 19, '11 10:24 AM
for everyone
“Kenyataan hari ini adalah mimpi kita kemarin, dan mimpi kita hari ini adalah kenyataan hari esok” (Hasan Al-Banna)

“Bermimpilah engkau setinggi langit” (Pepatah)

Setiap orang mempunyai area mimpi yang berbeda, karena setiap orang bebas untuk bermimpi, seperti burung yang terbang di angkasa, setiap orang dapat memilih ingin menjadi begini dan begitu, mau ini dan itu, yang intinya menggambarkan cerita sukses kehidupan, dan seluruh mimpi itu terangkum dalam jutaan keinginan kita. keinginan yang tak tahu dimana ujungnya waktu dan tempatnya.

Mimpi adalah suatu hal yang sangat urgent dalam kehidupan karena akan menunjukkan peta dan langkah kesuksesan kita. Mimpi memang membuat hidup jadi lebih indah karena keberhasilannya, namun banyaknya juga mimpi yang tak tergapai dan tak terbeli. Hanya orang mati sajalah yang tidak mempunyai keinginan dan mimpi.

Berani bermimpi adalah langkah awal untuk sukses, dan ketakutan kita untuk bermimpi awal dari kesalahan fatal dalam kehidupan. Selalu memperbaharui mimpi akan menjadikan hidup lebih bersemangat dan obsesif, meninggalkan dan melupakannya akan sebaliknya. Membatasi mimpi akan menjadikan kita terkungkung dalam sebuah kotak yang membuat gerak dan langkah kita menjadi terbatas.

Ada 5 hal, bagaimana kita mengelola mimpi-mimpi kehidupan kita :

1. Faktor mental

Mimpi itu sangat dekat kaitannya dengan khayalan dan pemikiran, olehnya faktor mental menjadi sangat berperan. Mimpi besar hanya bisa dilahirkan orang yang memiliki mental besar, orang memiliki mental langit yang dekat dengan Yang Maha Besar. Jangkauan mimpi dan berpikirnya akan jauh ke depan, menembus batas kehidupan setelahnya, ia akan menghasilkan karya-karya besar dan luar biasa dalam kehidupannya, sebaliknya orang yang takut kepada makhlukNya akan melahirkan mimpi yang kerdil, mimpi hanya tentang harta, tahta dan wanita, hanya mimpi sesaat dan sejauh mata memandang.

2. Reasonable

Mimpi itu memang harus masuk akal dan logika, i-reasonable mimpi akan hanya menjadi mission impossible kehidupan sebagaimana di film-film. Ada dua logika bagaimana kita merasionalkan mimpi, pertama: Logika Langit, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk makhluk-Nya, logika langit adalah logika agama, inspirasi mimpi yang bersumber dari Wahyu dan sabda Nabi-Nya. Kedua; Logika Manusia, Tuhan tidak mendatangkan hujan emas dari langit, tapi mimpi itu harus logis dan dapat dikerjakan manusia, bukan sesuatu yang mengawang-awang.

3. Jelas

Banyak orang bermimpi, namun hanya sepintas lalu, samar-samar atau hanya setengah hati. Seyogianya mimpi itu haruslah jelas, plus minusnya, bagaimana gambaran detail mimpi itu, hipotesa mimpi dan rencana aksi harusnya suatu hal yang jelas dan tersusun dalam planning kehidupan. Kegagalan kita mendeclear, men-zoom dan memperjelas mimpi adalah kegagalan kehidupan kita.

4. Terkoneksi

Koneksi adalah sebahagian dari kesuksesan mimpi, terkadang ada suatu hal yang sebaiknya dikerjakan oleh bukan diri kita, tapi oleh yang lain. Kita boleh bermimpi dan berencana tapi Tuhan juga punya rencana, manusia yang lain juga punya keinginan dan rencana, tinggal bagaimana kita menyambungkan, mengkoneksikan dan menyesuaikan antara mimpi kita, rencana Tuhan dan keinginan manusia.

5. Sumber daya

Pengetahuan dan kepemilikan sumber daya memberikan pengaruh besar dalam mensukseskan mimpi. Sumber daya langit adalah sumber daya tak terbatas, “berdoalah (mintalah keinginanmu), Niscaya akan Aku kabulkan”. Di sisi yang lain, sebaiknya kita saatnya berfikir bagaimana mimpi kita dapat dibiayai orang lain, karena jika mengandalkan sumber pribadi, akan sangat terbatas. Ketiga sumber daya ini jika dimaksimalkan dan diintegrasikan akan sangat membantu suksesnya mimpi kita

Wallahu a’lam bishshawab.

Oleh: Imam Rohani
http://www.dakwatuna.com

Blog EntrySep 9, '11 10:26 AM
for everyone
Alhamdulillah tibalah pada Bulan Syawal.. hehe :) Ga ngrasa jg nih, kemarin" sebelum tgl 31 Agust "11 begitu tersibukkan dengan berburu kebaikan..khususnya mengikuti dg khidmat jalannya Puasa Ramadhan dari hari ke hari dan dgn diselingi amaln" sunnah sholat sunnah, baca qur'an, de-el-ell...

         Nah, Kini sekarang ganti tersibukkan dgn tgl 1 Syawal.. tanggal dimana seluruh umat muslim di dunia merayakan Kemenangannya setelah berpuasa sebulan lamanya di bulan Ramadhan.. hoho (*termasuk saya, dan jg anda kan ? / tuiinkk) Yahh dibulan ini pula, semua orang berlomba-lomba umumnya berburu kebaikan dengan cara bersilaturahim kerumah teman-teman atau bahkan saudara yang hendak jauh disana.. (hoho.. sok puitis dikit *__*)

         Btw, soal silaturahim? Yaahh.. pasti dan sudah jelas bagi setiap umat muslim di dunia ini ketika tiba Bulan Syawal ini, banyak mempersiapkan, diantaranya mulai Semangat baru, Mudik kesana-kesitu, sampai yang jelas ga' ketinggalan Hati yang baru (*memutihkan hati)... Nahh, dengan demikian Bulan Syawal bisa dikategorikan pada Bulan yang dapat memberikan Cahaya bagi Jasmani dan Rohani  kita... Kenapa dikatakan demikian? Yaah.. karena kebahagian yang terasa amat 'Luar Biasa' ada pada Bulan ini, dikarenakan bisa men-service Semangat baru untuk merubah kehidupan lebih baik dari sebelumnya, bertemu sanak saudara (*kalo' ga' bisa mudik, plg ga' telf ud jelas itu.. hoho), dan mengembalikan putihnya hati kita (*tanpa noda) dg saling memaafkan... Tapi kalo' kita lihat bahkan jg mau mengamati, Bulan Syawal memiliki Fadhilah (Keutamaan) yang Dahsyat yaitu Silaturahim.. Semua orang pun pasti menyadari, karena Silaturahim jg dapat memanjangkan umur, memudahkan rizki,  (Kata Rasulullah) dan bahkan juga bisa mengobati rasa kangen kalo' terlanjur lama tidak bertemu mereka (teman & saudara").

 

Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam Bersabda:

 مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

 Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”

 Nah loo, maka yang paling dan harus kita garis bawahi disini, bahwasanya Fadhillah (Keutamaan) di Bulan Syawal adalah BERSILATURAHIM.

 By: RENDRA MOCHTAR HABIBIE / MAGETAN


Blog EntrySep 9, '11 10:24 AM
for everyone

By: Sa'id Rosyadi Full

Ukhuwah Islamiyyah, berarti persaudaraan islam. Sebuah kalimat yang sangat indah didengar dan diucapkan (padahal sulit dilakukan). Tidak heran kalimat ini dengan begitu mudahnya terlontar dari lidah. Sebuah kalimat yang sering kali terlontar oleh sosok-sosok yang disebut Ikhwan dan Akhwat itu. Tapi, apakah makna sebenarnya dari ukhuwah itu sendiri? Disini saya sekedar membagi opini pribadi saya, bukan berarti tulisan saya ini adalah opini yang paling benar.

 

Ukhuwah itu sederhana saja kalau menurut saya. Ukhuwah terdiri dari dua unsur. Yaitu HAK dan KEWAJIBAN.

1. Hak, yaitu kesadaran dalam hati bahwa kita memiliki hak dari saudara kita sebuah nasehat, teguran, masukan, saran, maupun kritikan kepada diri kita. Jika kita sudah memiliki kesadaran ini maka insya Allah tidak akan terjadi yang namanya sakit hati atau tersinggung yang bisa menimbulkan rasa kebencian yang akhirnya sampai pada pemutusan tali silaturahim.

2. Kewajiban, yaitu kesadaran dalam hati kita bahwa kita memiliki kewajiban untuk menegur, memberi nasehat, saran, atau kritikan kepada saudara kita jika mereka ada khilaf. Tanpa sungkan dan tanpa ragu (blak-blakan).

 

Ketika kita sudah memiliki dua unsur kesadaran tersebut pada hati dan pikiran kita sehingga sudah menjadi mindset, insya Allah nasehat atau teguran setajam apapun akan terasa manis karena kita merasa hak ukhuwah kita tertunaikan.

 

Sebenarnya saat kita mengucapkan kalimat ukhuwah (salam ukhuwah, uhibbukum fillah, dll) dan saudara kita membalasnya dengan ucapan serupa,maka secara tidak langsung terjalin sebuah komitmen diantara keduanya. Namun sayangnya, komitmen ini seringkali tidak disadari dan malah menjadi awal dari sebuah malapetaka (pemutusan tali silaturahim).

 

Namun dalam proses nasehat-menasehati itu ada adabnya juga. Yaitu jangan di muka umum dan sebisa mungkin empat mata atau bisa lewat sms/telpon/chat.

 

Imam Ibnu Hazm rahimahullah (wafat tahun 456H) berkata,

"Maka wajib atas seseorang untuk selalu memberi nasehat, baik yang diberi nasehat itu suka ataupun benci, tersinggung atau tidak tersinggung. Apabila engkau memberi nasehat maka nasehatilah secara rahasia, jangan dihadapan orang lain, dan cukup dengan memberi isyarat tanpa terus terang secara langsung, kecuali apabila orang yang dinasehati tidak memahami isyaratmu maka harus secara terus terang. Janganlah engkau menasehati orang lain dengan syarat nasehatmu harus diterima. Apabila engkau melampaui adab-adab tadi maka engkau yang dzalim bukan pemberi nasehat, dan gila ketaatan serta gila kekuasaan bukan pemberi amanat dan pelaksana hak ukuwah. Ini (-yakni memberi nasehat dengan syarat harus diterima-) bukanlah termasuk hukum akal dan hukum persahabatan melainkan hukum rimba, bagaikan seorang penguasa dengan rakyatnya dan tuan dengan hamba sahayanya."

 

Imam syafii rahimahulloh dalam syairnya,

"Hendaklah engkau sengaja mendatangiku untuk memberi nasehat ketika aku sendirian. Hindarilah memberi nasehat kepadaku ditengah khalayak ramai. Karena sesungguhnya memberi nasehat dihadapan banyak orang sama saja dengan memburuk-burukkan, saya tidak suka mendengarnya"

 

"Tidak ada orang yang terlalu kecil untuk memberi nasihat, dan tidak ada orang yang terlalu besar untuk diberi nasihat" (Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, dalam Madkhul Li Ma'rifatil Islam)

 

Maka ketika pada kesempatan ini saya menyampaikan kepada antum semua, "Salam ukhuwwah yaa ikhwati!"

Apakah antum siap menjawabnya dengan menanggung segala konsekuesinya? :)

 

*special thanks for akhi Abdul Malik sudah menyadarkan saya kekuatan dari ikatan ukhuwah ini :)

*dan kepada seluruh kawan-kawan IGers yangs udah memberi kekuatan cinta yang luar biasa besar

*member NSI yang sangat inspiratif. kalian luar biasa :)

 


Blog EntrySep 9, '11 10:21 AM
for everyone
Ada serumput bahagia menghempas jiwa, ada kesejukan mengalir tenang membasahi hati dalam raga, ada bias-bias cahaya yang terus memancar terang untuk memapah tiap langkah agar dapat berjalan.

Sejenak merenung, ada banyak permohonan yang hampir tak pernah putus terpanjatkan kepadaNya, namun…hingga sekarang belum juga terwujud.

Ada banyak permintaan yang terucap kepadaNya, namun hingga detik ini belum juga terpenuhi.  Mungkin, saya pernah merasakan lidah yang hampir kelu karena terus bermunajat namun belum juga terijabah, atau kelelahan batin yang begitu meletihkan karena doa yang hampir selalu terucapkan, namun belum juga terjawab.

Sungguh, tiap-tiap bait dalam doa yang terucapkan bagi saya itu adalah energi yang membentuk ketahanan kita dalam menghadapi ujian hidup. Ia adalah senjata, karena dengannya kita mendapat bantuan dari yang Maha Kuat.

Ya…kekuatan iman kita justru akan semakin tampak tatkala kita berupaya sekuat tenaga dan terus menerus memanjatkan doa, namun kita belum juga merasakan perubahan.

Kembali teringat akan sebuah kutipan kata yang begitu membekas dan mengena di hati “Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia tetap totalitas dalam berdoa tapi ia belum juga melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab berputus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan karena ia yakin bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya.”

Hampir sama kondisinya dengan orang yang menaiki gunung tinggi. Ia dianjurkan untuk tidak terlalu sering melemparkan pandangannya ke atas gunung yang harus ia daki, karena bisa memunculkan ketidakpercayaan diri dan membebani langkahnya untuk terus mendaki. Tapi, ketika ia turun dari tempat yang tinggi, ia juga dianjurkan untuk tidak terlalu sering melihat jauh ke bawah. Karena jauhnya daratan yang ia lihat bisa menimbulkan kelemahan pada jiwa.

Adalah suatu kefitrahan bila kita merasa resah atas tiap bait-bait doa yang belum terjawab. Tawakal saja…bila kita tak pernah berhenti berdoa, dalam tiap kesunyian kita terus mengiba dengan penuh harap dan cemas dalam doa.

Bukankah orang-orang yang memohon dan menginginkan doanya segera terkabul, cepat terwujud adalah bukti dari kelemahan iman?

“Sesungguhnya Allah tidak pernah mengabulkan doa dari hati yang lalai.”

Akhirnya kita masih memiliki sumber kegembiraan sejati yaitu doa yang membuat keimanan kita semakin hari semakin kuat.

Maka sekarang tawakal saja…biar Allah yang menyegerakannya, menyegerakan kita dalam kebaikan yang menghantarkan kita menuju keridhaanNya.

Wallahu’alam Bish Showwab..

Oleh: Shita Ismaida

dakwatuna.com


Bekerja dengan gaji  selangit dan berpendidikan tinggi hanyalah pilihan, sedangkan hamil, melahirkan, dan menyusui adalah fitrah perempuan, saya tak ingin mengingkari fitrah itu. Saya bangga melihat ummahat hari ini telah maju dari segi pendidikan dan karier. Saya banyak melihat ummahat kuliah hingga program doktor dan bekerja di berbagai instansi pemerintah maupun instansi publik lainnya. Tapi di satu sisi saya sedih. Kenapa? Di satu sisi memang karier dan pendidikan meningkat tapi di sisi lain ada satu hal yang hilang dari ummahat khususnya dan ibu bekerja pada umumnya. Apa itu? yaitu menyusui bayinya secara eksklusif hingga 6 bulan (tanpa diberi cairan apapun apalagi makanan) sampai 2 tahun.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233

Ayat di atas menjelaskan bahwa pemberian ASI sampai 2 tahun sangat penting untuk kesempurnaan anak kita. Bahkan jika karena alasan medis ibu tidak dapat menyusui anaknya, sang anak boleh disusui orang lain (donor ASI). Allah memerintahkan hal ini karena Allah paling tau kandungan ASI adalah yang terbaik untuk manusia.

Tidak ada satu pun orang yang mampu menangkal kehebatan ASI.  ASI membuat anak sehat dan cerdas. Sistem pencernaan bayi  pada saat lahir belum lengkap sehingga hanya bisa mencerna ASI. Berbeda dengan susu sapi, ASI mengandung nutrisi yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain long chain polyunsaturated fatty acid (DHA dan AA) untuk pertumbuhan otak dan retina, kolesterol untuk myelinisasi jaringan syaraf, taurin untuk neurontransmitter inhibitor dan stabilisator membran, laktosa untuk pertumbuhan otak, koline yang mungkin meningkatkan memori. ASI juga mengandung lebih dari 100 macam enzim yang membantu penyerapan zat gizi yang terkandung di dalam ASI.

Sekarang bagaimana caranya jika ummahat bekerja? Saya juga bekerja. Bahkan 2 anak saya lahir saat saya menyelesaikan program doktor. Dan Alhamdulillah keduanya ASI eksklusif. Saya memerah ASI jika saya jauh dari bayi. Bahkan pada saat puasa sekarang ini, saya bisa memerah 150-160cc. Yang penting adalah kekuatan pikiran dan manajemen. Yakinlah kita bisa, walau kita bekerja tapi kita tetap dapat menyusui anak kita. Bukankah kita bertekad akan melahirkan generasi rabbani, generasi qur’ani yang sehat dan cerdas?

Ummahatifillah, masa depan generasi Islam ada di tanganmu……

http://www.dakwatuna.com

Blog EntryAug 1, '11 11:07 AM
for everyone

(1322-1406 H – 1904-1985)

Beliau adalah Ustadz Umar Abdul Fattah bin Abdul Qadir Musthafa Tilmisani. Diangkat sebagai Mursyid ‘Aam Ikhwanul Muslimin setelah meninggalnya Mursyid ke dua, Ustadz Hasan al-Hudhaibi pada bulan November 1973.

1.      Masa Kecil dan Pertumbuhannya

Asal-usulnya kembali kepada wilayah Tilmisani di al-Jazaair. Lahir di kota Kairo pada tahun 1322 Hijriah, atau 1904 Masehi, di jalan Hausy Qadim di Al-Ghauriah. Kakek dan ayahnya bekerja sebagai pedagang pakaian dan batu mulia. Kakeknya adalah seorang salafi yang banyak mencetak buku-buku karya Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab. Karena itu ia tumbuh dalam lingkungan yang jauh dari bid’ah.

Syeikh Umar Tilmisani belajar di Sekolah Ibtidaiyyah Jam’iyyah Khaeriyah, lalu melanjutkan di Sekolah Tsanawiyah al-Hilmiyah. Setelah itu, ia kuliah di Fakultas Hukum. Setelah menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1933, ia kemudian menyewa sebuah kantor advokat di jalan Syabiin al-Qanathir, dan bergabung dengan jamaah Ikhwanul Muslimin.

Ustadz Tilmisani adalah pengacara pertama yang bergabung dengan Ikhwan. Di sinilah ia mengerahkan usaha dan pikirannya demi membela jamaah ini. Ia juga adalah orang terdekat Imam Syahid yang kerap menemani beliau dalam perjalanan yang dilakukannya di wilayah Mesir atau di luar negeri. Imam Syahid juga sering meminta bantuan kepadanya dalam berbaga perkara.

Ustadz Umar Tilmisani menikah saat masih duduk di Sekolah Tsanawiyah Negeri, dan Istrinya wafat pada bulan Agustus 1979 setelah hidup bersamanya lebih dari setengah abad. Mereka dikarunia empat orang anak; Abid dan Abdul Fattah, serta dua orang anak perempuan.

Pekerjaan beliau sebagai pengacara tidak membuatnya lupa memperkaya dirinya dengan wawasan keislaman. Karena itu, ia banyak membaca dan menelaah berbagai jenis buku, seperti tafsir, hadits, fikih, sirah, sejarah dan biografi. Ia juga mengikuti dengan seksama berbagai konspirasi dan strategi musuh-musuh Islam di dalam dan luar Mesir, mengamati, mempelajari, menentukan caranya bersikap, cara menghadapinya dengan bijak dan nasehat yang baik. Ia juga berusaha menangkal propaganda yang mereka tiupkan, mendustakan ucapan-ucapannya, dan menepis kecurigaan mereka dengan sikap seorang mukmin penuh percaya diri yang mengetahui keunggulan yang dimilikinya, dan kelemahan yang ada pada lawan-lawannya. Bahwa tidak ada selain Allah yang dapat menolong, dan tak ada agama lain kecuali Islam.

Saya mengenalnya saat pertama kali tiba di Mesir untuk kuliah pada tahun 1369, bertepatan dengan tahun 1939, dimana kami bertemu dengan para tokoh dan petinggi Ikhwan setelah syahidnya Imam Hasan al-Banna, dan sebelum pemilihan mursyid kedua, ustadz Hasan al-Hudhaebi. Disana kami mendengar nasehat dan arahan yang disampaikan para tokoh Ikhwan.

Kami juga dapat merasakan kesopan-santunan ustadz Umar, kerendahan hatinya dan kasih sayangnya terhadap Ikhwan, khusunya para pemuda yang di dalam jiwa mereka bergelora semangat membara untuk segera memetik buah yang mereka tanam. Mereka juga berusaha melakukan pembalasan atas kezaliman yang terjadi atas diri Ikhwan. Namun ustadz Umar Tilmisani berwasiat agar mereka tetap bersabar, teguh pendirian, santun, tenang dan senantiasa mengharap pahala dan ganjaran Allah Azza wa Jalla.

2.      Janji Setia pada Diri Sendiri

Ustadz Umar Tilmisani meninggalkan jejak kebaikan bagi setiap orang yang pernah mengenalnya, atau bersentuhan dengannya. Ia dikaruniai kejernihan hati, dan kebersihan jiwa, kata-kata yang lembut, penampilan menawan, serta caranya berdialog dan berdebat yang menarik hati. Ia berkata tentang dirinya sendiri:

“Saya tidak pernah mengetahui bahwa sifat keras bersentuhan dengan prilaku yang kumiliki. Tidak ada keinginan untuk menang atas seorang pun. Karena itu, saya tidak merasa memiliki seorang musuh. Terkecuali mungkin karena pembelaan saya terhadap kebenaran. Atau karena saya menyeru manusia untuk mengamalkan kitabuLlah. Itu berarti bahwa permusuhan itu datang dari mereka sendiri dan bukan dariku. Saya telah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menyakiti seorang pun dengan kata-kata kasar, walau saya berbeda dan berselisih pendapat dengannya secara politik, bahkan walau pun mereka menyakitiku. Karena itu, tidak pernah terjadi benturan antara diriku dengan seorang pun karena faktor pribadi.”

Dari pernyataan ini kita dapat mengetahui bahwa tidak seorang pun meninggalkan kediaman Tilmisani kecuali ia membawa penghormatan dan penghargaan dari dalam dirinya dan rasa cinta kepada sang da’I mujahid ini. Demikian pula dengan mereka yang pernah menjadi murid Imam Syahid, keluar dari madrasahnya dan bergabung dalam jamaahnya, mengenalnya sebagai da’I yang tulus dan ikhlas.

3.      Akhlak dan Sifatnya

Syaikh Umar Tilmisani adalah sosok yang sangat pemalu. Sebagaimana disaksikan oleh setiap orang yang melihatnya dari dekat. Teman duduk dan kawan bercakapnya akan merasakan bahwa penderitaan berkepanjangan yang ia alami dalam gelapnya penjara berhasil menempa dirinya, sehingga ia tidak membiarkan ada celah sedikit pun dalam dirinya untuk sebuah hakikat yang tidak diyakininya. Beliau mendekam di balik penjara lebih selama 17 tahun. Bermula pada tahun 1948 (1368H), kemudian tahun 1954 (1373H), lalu pada tahun 1981 (1402H). Dan tak ada yang bertambah dalam dirinya saat menghadapi seluruh ujian dan cobaan itu kecuali kesabaran dan ketegaran.

Dalam wawancaranya dengan majalah al-Yamamah, yang terbit di Saudi Arabia, edisi tanggal 14 Januari 1982, Syaikh Umar Tilmisani berkata:

“Sesungguhnya tabiat dimana saya tumbuh di atasnya membuatku benci kepada kekerasan dengan segala bentuknya. Ini bukan hanya sebagai sikap politik. Tapi juga merupakan sikap pribadiku yang terkait erat dengan pembentukan jatidiriku. Bahkan ketika ada seseorang yang coba menganiaya diriku, maka saya sungguh tidak akan menyelesaikannya dengan kekerasan. Saya bisa saja menggunakan kekuatan untuk menciptakan perubahan. Namun demikian, saya takkan pernah melakukan itu dengan kekerasan.”

4.      Surat kepada Presiden

Dalam surat terbuka yang ia tujukan kepada presiden Republik Mesir, juga disebarluaskan oleh harian asy-Sya’b al-Qahiriyah, tertanggal 14/3/1986, ia berkata:

“Wahai paduka Presiden. Yang paling penting bagi kami sebagai kaum Muslimin di Mesir adalah menjadi bangsa yang aman, tentram dan tenang di bawah naungan syariat Allah Azza wa Jalla. Karena kemaslahatan umat ini hanya akan tercapai bila aturan Allah direalisasikan di tengah mereka. Saya kira tidak terlalu berlebihan bila saya katakan bahwa sesungguhnya penerapan syariat Allah Ta’ala di bumi Mesir akan menjadi pintu kemenangan bagi seluruh wilayahnya. Dan pada saat itulah sang pengadil dan terdakwa akan merasakan ketenangan, demikian pula yang akan dinikmati oleh penguasa dan rakyatnya.

5.      Arahan dan Petunjuknya

Dalam rangkaian nasehat dan arahannya yang ditujukan kepada para pemuda dan penyeru dari kalangan Ikhwan, beliau berkata:

“Sesungguhnya berbagai kesulitan yang dihadapi para da’i pada saat ini sangat berat dan penuh bahaya. Kekuatan material masa kini berada di tangan musuh-musuh Islam dimana mereka bersatu untuk menyingkirkan berbagai perbedaan yang ada di tengah mereka demi memerangi kaum Muslimin, dan khususnya Ikhwanul Muslimin.”

Bila didasarkan pada pertimbangan logika manusia, pasukan Thalut yang beriman sebenarnya tidak memiliki kekuatan melawan pasukan Jalut dan balatentaranya. Namun ketika keimanan mereka meyakini bahwa kemenangan itu berasal dari sisi Allah Ta’ala dan bukan karena faktor jumlah dan bekal yang dimiliki, mereka akhirnya sanggup menghancurkan pasukan Jalut dengan izin Allah Ta’ala.

Sesungguhnya saya tidak meremehkan kekuatan dari sisi jumlah, dan juga tidak menyeru kepada para du’at agar mereka hanya berpasrah diri, berzikir hingga mulut berbusa-busa sambil menggerakkan leher-leher ke kanan dan kiri lalu menepukkan tangannya. Karena semua ini adalah bencana mematikan dan membinasakan. Tapi berpegang teguh kepada wahyu yang diturunkan oleh Allah Ta’ala, berjihad dengan kalimat yang benar secara berkesinambungan, tidak peduli berbagai gangguan, menjadikan diri sebagai tauladan dalam kepahlawanan, keteguhan dan keberanian, disertai keyakinan bahwa bahwa Allah Ta’ala akan menguji mereka dengan rasa takut, lapar, berkurangnya harta, jiwa dan buah-buahan agar Ia mengetahui manakah orang-orang yang jujur dan pengecut, maka semua itu sesungguhnya adalah faktor-faktor hadirnya kemenangan sesuai sunnatullah. Kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Qur’an yang mulia adalah saksi terbaik yang menunjukkan hal itu, dan mengandung pelajaran yang sangat banyak.

Adapun para pemuda yang memiliki semangat dan tekad kuat menyertai kesadaran mereka yang dalam, maka sesungguhnya mereka tidak membutuhkan banyak eksperimen. Yang mereka butuhkan adalah kesabaran dan komitmen dengan petunjuk wahyu yang terdapat dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw., dan kemudian dari sirah Salafushshalih yang telah terikat prilaku dan moral mereka dengannya, dan Allah Ta’ala kemudian memberikan kemenangan dan kekuasaan yang seakan mustahil untuk diraih.

6.      Keteguhan dan Sikapnya

Ustadz Tilmisani mengetahui dengan baik makna keteguhan dan kekuatan saat berada di dalam dan di luar penjara. Ia sama sekali tidak goyah dengan ancaman. Sebagaimana diketahui sifat zuhud, iffah [mengendalikan diri untuk kehormatan] dan rasa takutnya kepada Allah Azza wa Jalla, serta kesungguhannya untuk meraih ridha-Nya. Beliau berkata, “Saya tidak pernah merasa takut kepada seorang pun selain kepada Allah, dan tidak ada sesuatu pun yang pernah menghalangiku untuk mengatakan kebenaran yang saya yakini, walau akhirnya sangat berat dirasakan oleh orang lain, dan walaupun saya harus  menghadapi kesulitan dalam melakukannya.

Saya akan mengatakan kebenaran itu dengan tenang, hati yang teguh walau dengan cara yang menarik, tidak mengganggu pendengaran dan tidak melukai jiwa mereka. Saya juga berusaha untuk menghindar dari kata-kata yang saya anggap tidak disukai oleh lawan bicaraku. Sehingga dengan cara seperti itu jiwaku dapat merasa tenang. Walau dengan metode seperti itu saya tidak menemukan banyak teman, tapi saya dapat menghindar dari banyaknya kejahatan musuh.”

Sikap jujur, ucapan yang terus-terang, amal yang serius dan cara menghadapi masalah dengan penuh keberanian, ketenangan, keteguhan dan ketegaran di hadapan berbagai berita yang berasal dari musuh-musuh internal dan eksternal dengan cara yang sama, adalah sifat dan karakter menonjol yang terdapat dalam diri ustadz Tilmisani.

7.      Menjaga kehormatan diri

Berita tentang dialog terbuka dengan presiden Anwar Sadat di kota Ismailiyah yang dihadiri oleh Ustadz Tilmisani sebagai undangan, disebarluaskan melalui radio dan televisi secara langsung. Dalam dialog tersebut Anwar Sadat menuduh Jamaah Ikhwan dengan fitnah sektarian, dan melontarkan berbagai tuduhan dusta. Mendengar tuduhan tersebut, ustadz Tilmisani lalu berdiri mengcounter berbagai tuduhan Sadat dengan ucapannya, “Adalah hal yang lumrah bila ada yang berlaku zalim pada diriku adalah mengadukan pelakunya kepadamu, karena engkau adalah rujukan tertinggi—setelah  Allah—bagi orang-orang yang mengadu ketika dianiaya. Kini saya mendapatkan kezaliman itu darimu dan membuatku tidak memiliki cara apa pun selain mengadukanmu kepada Allah Ta’ala.”

Saat mendengar ucapan ustadz Tilmisani, Anwar Sadatpun gemetar ketakutan. Ia lalu memohon kepada Ustadz Tilmisani agar mencabut pengaduan itu. Namun dengan tegas dan tetap tenang beliau menjawab:

“Sesungguhnya saya tidak mengadukanmu kepada pihak yang zalim, tapi kepada Dzat Yang Maha Adil dan mengetahui segala yang saya ucapkan!”


8. Metode dalam Berdialog

Umat Tilmisani, 1322-1406 H – 1904-1985 (inet)

dakwatuna.com -Metode dialog yang digunakan ustadz Tilmisani sangat memikat yang menggambarkan karakter Tilmisani secara keseluruhan. Karakter tersebut tidak dibuat-buat, tapi seperti itulah sifat sesungguhnya yang menonjol dalam dirinya saat berbicara, berbuat, berprilaku, bergaul dan berinteraksi dengan individu dan kelompok, atau pemimpin dan masyarakat tanpa membedakan yang besar atau kecil, kaya atau miskin. Dia meyakini prinsip-prinsip Ikhwan yang berlandaskan pada Kitabullah dan Sunnah, serta ijma’ kaum Salaf.

9. Jamaahnya

Dia melihat bahwa jamaah ini adalah sebuah gerakan Islam yang jujur pada zaman ini. Beliau berkata:

“Sesungguhnya yang mengikuti pada langkah-langkah Jamaah Ikhwanul Muslimin sejak masa kelahirannya pada tahun 1347H (1928) hingga hari ini, tidak tampak padanya kecuali pengorbanan demi pengorbanan dalam menegakkan akidah yang mereka anut, serta usaha yang padat dan memberi hasil dalam berbagai sisi kehidupan sosial masyarakat. Memberi dukungan berkesinambungan untuk mempererat jalinan persaudaraan di antara berbagai masyarakat Islam yang berbeda-beda, sekaligus menyebarluaskan kedamaian di seluruh dunia.

Ikhwanul Muslimin telah diperangi dengan sangat dahsyat dari berbagai arah, lokal dan internasional. Namun demikian, tidak pernah terdengar sedikit pun bahwa mereka menyebar fitnah di tengah masyarakat, memecah belah kesatuan, menghancurkan perusahaan-perusahaan, atau berdemonstrasi sambil melakukan pengrusakan di jalan-jalan, atau berteriak-teriak dengan mengatakan, “Hidup si Fulan, dan matilah si fulan.” Karena sifat mereka adalah kedamaian, pekerjaan mereka membangun, dan kemenangan mereka adalah keikhlasan. Namun demikian, mereka adalah sasaran kebencian yang bahkan dilakukan oleh orang-orang yang selama ini tidak pernah bertemu dalam sebuah kesepakatan, selain kesepakatan mereka untuk memerangi Ikhwanul Muslimin.

Setiap Muslim tidak mengenal adanya pemahaman yang mengatakan bahwa agama ini milik Allah, sementara negara untuk seluruh manusia. Tapi yang dia ketahui adalah bahwa segala sesuatu di atas muka bumi ini adalah milik Allah semata. Maka barang siapa yang ingin berpaling dari pemahaman ini, niscaya dia adalah penipu yang ingin memisahkan seorang Muslim dari menyatukan kekuatannya agar mereka lebih mudah mengalahkannya.

Seorang Muslim tidak mengenal pemahaman, “Apa yang untuk Allah adalah milik Allah, dan apa yang untuk Kaisar untuk Kaisar). Karena dia meyakini dengan sepenuh imannya bahwa Kaisar tidak memiliki sesuatu pun yang juga menjadi milik Allah. Karena bila demikian, maka ia dianggap sekutu dalam kekuasaan-Nya. Sementara setiap Muslim menolak segala bentuk kemusyrikan.

10. Sifat Zuhud, Rendah Hati dan Kesederhanaannya

Seperti itulah kehidupan ustadz Tilmisani, sang Da’i, murabbi dan pemimpin yang jujur dan setia pada janjinya dengan Allah, beramal untuk agama-Nya, terikat erat dalam dakwah kepada-Nya, senantiasa bersabar dan berjuang dengan berpegang teguh kepada tali Allah yang kokoh. Beramal bersama para mujahid yang jujur, apakah ia berposisi sebagai prajurit atau pemimpin. Sama juga baginya apakah ia berada di dalam atau di luar penjara. Ia tidak pernah berubah, tidak terwarnai, tidak berpaling, juga tidak pernah rakus kepada perhiasan dunia dan tipu daya kedudukan. Ia bahkan menjalani kehidupannya dengan menjauh dari godaan dunia menuju Allah Ta’ala.

Beliau tinggal di sebuah apartemen sederhana tanpa ada beban dalam jiwanya sedikit pun. Membuatku sangat trenyuh saat mengunjunginya, seraya berusaha menahan air mata yang nyaris keluar dari kelopak mataku agar ia tidak menyaksikanku. Dimanakah kita gerangan dari para lelaki yang lebih tinggi dari dunia dengan iman mereka, dan mempersembahkan sesuatu yang mahal dan murah demi agama yang mereka anut?

Apartemen Syaikh Umar Tilmisani berada di gang sempit di komplek al-Mulaiji asy-Sya’biyah al-Qadimah di wilayah az-Zahir di Kairo, di dalam gang sempit. Perabot apatemennya sangat sederhana. Walau ia berasal dari keluarga kaya raya dengan status sosial cukup tinggi. Seperti itulah sifat zuhud, kesederhanaan dan kerendahan hati ustadz Tilmisani. Beliau adalah sosok yang dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat Mesir. Bahkan pemeluk Kristen Koptik juga menghormatinya. Demikian pula penguasa yang sangat menghargai kedudukannya dan mengetahui dengan baik keutamaan yang dimilikinya.

Adapun Ikhwanul Muslimin, maka mereka melihatnya sebagai sosok yang patut diteladani. Mereka berlomba untuk melaksanakan instruksi dan perintah yang datang darinya. Itulah yang terjadi ketika cinta karena Allah menjadi intisari yang menjalin hubungannya dengan mereka; ketika penerapan syariat Allah dan meraih redha-Nya adalah tujuan dan keinginan mereka.

Kunjungan Syaikh Umar Tilmisani ke negara-negara Arab Islam dan kaum Muslimin di negara-negara tempat mereka bermigrasi, bagaikan obat yang berusaha menyembuhkan luka yang mereka derita, sekaligus sebagai arahan bijak atas apa yang harus dilakukan oleh kaum Muslimin bagi agama, umat dan negeri mereka.

Ceramah, pelajaran, dialog, nasehat dan bimbingan yang ia sampaikan seluruhnya mengandung motivasi untuk umat, khususnya bagi para pemuda, kaum intelektual dan para tokoh ulama agar mereka mampu memikul tanggung jawab dan segera bangkit menjalankan peran mereka. Setiap elemen dari umat agar berada pada posisi masing-masing, beramal dan bekerja bersama untuk mengembalikan kejayaan Islam dan memimpin umat. Inilah sesungguhnya peran para du’at di setiap waktu dan zaman. Seperti itu pula risalah para nabi hingga akhirnya diwariskan kepada para ulama, para da’i yang jujur, dan orang-orang mukmin yang senantiasa ikhlas di atas jalan-Nya.

11. Tulisan dan Karya-karyanya

Ustadz Tilmisani turut andil dalam kancah pemikiran Islam melalui sebagian karya tulisannya yang diterbitkan dalam berbagai versi. Di antaranya adalah:

  1. Syahid al-Mihrab, Umar bin Khaththab
  2. Al-Khuruj min al-Maaziq al-Islami ar-Raahin
  3. Al-Islam wa al-Hukuumah ad-Diniyah
  4. Al-Islaam wa al-Hayaah
  5. Aaraa fi ad-Diin wa as-Siyaasah
  6. Al-Mulham al-Mauhuub, ustadz al-Banna, Ustadz al-Jiil
  7. Beberapa tulisan terkait tema “Nahwa an-Nuur”.
  8. Dzikrayaat laa Mudzakkiraat
  9. Al-Islaam wa Nazhratuhu as-Samiyah li al-Mar’ah
  10. Ba’dha ma ‘Allamani al-Ikhwan al-Muslimun
  11. Qola an-Naasu, wa lam aqul fi Hukmi Abdul Nasser
  12. Ayyam ma’a as-Saadaat
  13. Min Fikhi al-I’laam al-Islami
  14. Min shifaat al-’Aabidin
  15. Ya Hukkam al-Muslimin, alaa takhafuuna Allaha?
  16. Fi Riyadh at-Tauhid
  17. Laa nakhafu as-Salaam, walaakin

Ditambah lagi dengan tulisan-tulisannya di majalah Dakwah, Kairo dan yang terkait dengan masalah-masalah Islam yang dimuat di majalah yang lain, serta ceramah-ceramahnya di berbagai forum nasional dan internasional yang diadakan di negara-negara Arab Islam dan negara-negara Barat. Demikian pula dengan ceramah-ceramah yang disampaikannya dalam berbagai forum yang diadakan oleh Ikhwan.

12. Apa Kata mereka tentang Ustadz Tilmisani

Ustadz Muhammad Sa’id Abdurrahim berkata dalam tulisannya Umar Tilmisani, Mursyid ke tiga Ikhwanul Muslimin:

“Binasalah sang tiran, dan mereka yang menghabiskan masa yang sangat panjang di dalam jeruji besi akhirnya keluar setelah dibersihkan oleh berbagai ujian. Membuat jiwa mereka semakin kuat membaja. Walau tubuh mereka dihinakan, namun ruh mereka semakin kuat menggantung kepada Allah Ta’ala, dan merendahkan berbagai kemewahan duniawi yang pasti lenyap, dan rasa takut yang hilang dari dalam hati mereka selain hanya kepada-Nya.

Mereka keluar dari ujian dan fitnah itu sebagai lelaki laksana gunung kokoh tak goyah oleh oleh terpaan badai. Di dalam penjara mereka menghafal Al-Qur’an, menimba pengetahuan, dan berhasil mengalahkan hawa nasfu mereka. Bukan hanya itu, mereka juga mengajarkan manusia hakikat keberadaannya di dunia. Seperti itulah fungsi pejara bagi mereka; menjadi sekolah yang memberi mereka lebih banyak dari pada yang diminta dari mereka.

Di antara mereka yang keluar dari penjara itu adalah al-Akh Umar Tilmisani, dan sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mempersiapkannya untuk memimpin Jamaah Ikhwan pada fase tersebut. Dia adalah pemimpin yang tepat menahkodai bahtera Ikhwan di tengah gelombang dahsyat dengan bijak dan sabar, lembut dan tenang disertai iman yang teguh dan tekad yang tak tergoyahkan.

Dakwah tersebar luas pada masanya, sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Para pemuda pun kembali kepada Islam, sehingga arus Islam menjadi arus sangat besar yang terjadi di berbagai perguruan tinggi, diberbagai asosiasi dan perkumpulan, bahkan di Mesir pada umumnya. Karena ia mampu mengendalikan bahtera tersebut dengan pengalamannya sebagai pemimpin piawai, dan keahlian seorang nahkoda, sehingga ia mampu menaklukkan gelombang dan marabahaya serta mengantarkannya tiba di pantai keselamatan.

Berbagai ujian dan cobaan dilalui Ustadz Tilmisani dalam kehidupannya. Di antaranya ketika ia di penjara selama hampir 20 tahun lamanya. Beliau termasuk orang paling sabar dari kalangan Ikhwan dalam menghadapi siksaan algojo di penjara. Namun demikian, betapa pun keras dan kejamnya siksaan itu dan buruknya perlakuan yang diterimanya, lisannya tidak pernah putus dari menyebut asma Allah Ta’ala Senantiasa mendoakan saudaranya yang lain agar tetap sabar dan teguh menghadapi berbagai ujian tersebut. Lisannya juga senantiasa bersih dan tidak terdengar darinya kata-kata keji terhadap mereka yang menganiaya dan menzaliminya. Ia senantiasa menyandarkan segala urusannya kepada Allah Ta’ala. Cukuplah Ia sebaik-baik pelindung.

13. Kembali Keharibaan-Nya

Allah Ta’ala memanggil hamba-Nya kembali keharibaan-Nya pada hari Rabu, 13 Ramadhan 1406, bertepatan dengan 22 Mei 1986. Beliau meninggal di rumah sakit setelah mengidap penyakit saat usianya 82 tahun. Jenazahnya lalu disalatkan di mesjid Umar yang mulia di Kairo. Lebih dari seperempat juta orang, bahkan setengah juta mengiringi jenazahnya menuju pemakamannya. Di antara mereka yang mengiringinya terdapat sejumlah utusan berasal dari dalam dan luar negeri. Saya sendiri dimuliakan Allah saat diberi kesempatan mengiringi jenazah tersebut bersama kalangan Ikhwan dari negeri Arab. Alhamdulillah.

Inilah profil ustadz Umar Tilmisani, mursyid ke tiga jamaah Ikhwanul Muslimin, dan sekilas dari perjalan hidup beliau. Kita senantiasa berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, semoga Ia menjadikannya termasuk orang-orang shalih dari hamba-Nya. Dan kelak kita menyusul kepergiannya di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.

dakwatuna.com

Blog EntryJul 15, '11 1:15 PM
for everyone

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah penguasa alam semesta. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan utusan-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Menjenguk orang sakit bagian dari adab Islam yang mulia. Dia bagian dari rahmat  yang dengannya Islam datang dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam diutus.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

 "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya': 107)

Rahmat Islam ini mencakup semua sisi kehidupan, di antaranya rahmat Islam terhadap orang-orang lemah dan sakit. Karena orang sakit sedang merasakan penderitaan dan menahan rasa sakit yang menyerangnya. Oleh sebab itu, ia lebih membutuhkan perhatian dan bantuan dari sesamanya, serta hiburan dan motifasi untuk menguatkannya. Karena itulah Islam memberikan perhatian besar terhadap akhlak mulia ini melalui lisan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

أَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيضَ وَفُكُّوا الْعَانِيَ

"Berilah makan oleh kalian orang yang lapar, jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan (muslim)." (HR. Al-Bukhari Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu)

Dituturkan oleh al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan kepada kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: Beliau memerintahkan kami agar menjenguk orang sakit. . ." (Muttafaq 'alaih)

Bahkan perhatian Islam terhadap akhlak mulia ini sampai menjadikannya sebagai bagian dari hak persaudaraan se-Islam. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ

"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

خَمْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى أَخِيهِ رَدُّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ

"Lima perkara yang wajib ditunaikan seorang muslim terhadap saudara (muslim)-nya: Menjawab salam, mendoakan yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit, dan mengantar jenazah." (HR. Muslim)

Tidak cukup menganjurkan kaum muslimin untuk menjenguk orang sakit,  Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri memberi teladan langsung. Beliau menjenguk orang skait, menghiburnya, mendoakannya, dan meringankan beban-bebannya. Utsman bin Affan Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kami sering menemani Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam safar maupun muqim. Adalah beliau menjenguk yang sakit di antara kami, mengantarkan jenazah kami, berperang bersama kami, dan membantu kami dengan yang sedikti dan banyak." (HR. Ahmad)

Terdapat banyak riwayat, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjenguk sebagian sahabatnya saat mereka sakit. Ada juga keterangan dalam Shahih al-Bukhari, beliau pernah menjenguk seorang anak Yahudi yang masih kecil, lalu mengajaknya masuk Islam sehingga ia menjadi Muslim. Sepantasnya kaum muslimin berakhlak dengan akhlak yang agung ini, terlebih lagi para tokoh, pejabat dan orang besarnya. Sesungguhnya menjenguk orang sakit walaupun ia rakyat jelata bukan tindakan tercela yang menurunkan wibawa. Telah ada contoh dari ulama salaf kita, mereka sangat memperhatikan urusan menjenguk orang sakit. Maka apabila mereka tidak melihat seseorang, mereka menanyakannya, dan jika ia sakit, maka segeralah mereka menjenguknya.

Para ulama salaf kita sangat memperhatikan urusan menjenguk orang sakit. Apabila mereka tidak melihat seseorang, mereka menanyakannya, dan jika ia sakit, maka segeralah mereka menjenguknya.

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Pada diri orang sakit terdapat keutamaan dan kemuliaan bagi orang yang menjenguknya berdasarkan kabar berita dari baginda Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diutus menjadi rahmat bagi semesta alam. Allah telah janjikan pahala yang banyak dan ganjaran yang besar bagi orang yang menjenguk orang sakit. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan:

1. Dari Tsauban Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

"Siapa yang menjenguk orang sakit, ia berada dalam kebun surga sehingga dia kembali."  (HR. Muslim dan Ahmad. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 6389) tentang maksud kebun surga di sini adalah buah-buahannya.

2. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

"Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga." (HR. al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi)

3. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ عَادَ مَرِيضًا نَادَى مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا

"Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga." (HR. Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykah no. 5015. Ibnu Hibbad juga menshahihkannya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Hajar dalam Al-Fath)

4. Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ يَخُوضُ فِي الرَّحْمَةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ اغْتَمَسَ فِيهَا

"Siapa yang mejenguk orang sakit, ia terus dalam naungan rahmat sehingga duduk. Maka apabila ia duduk, ia tenggelam ke dalamnya." (HR. Ahmad. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 2504)

5. Sesungguhnya menjenguk orang sakit adalah salah satu dari jalan surga. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa di antara kalian yang berpuasa di pagi ini?"

Abu Bakar menjawab, "Saya."

Beliau bertanya, "Siapa di antara kalian yang sudah menjenguk orang sakit hari ini?"

Abu Bakar menjawab, "Saya."

Beliau bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang telah menghadiri jenazah di pagi ini?"

Abu Bakar menjawab, "Saya."

Beliau bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang telah memberi makan orang miskin di pagi ini?

Abu Bakar menjawab, "Saya".

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tidaklah semua ini terkumpul dalam diri seseorang ekcuali pasti ia masuk surga." (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 88)  

Penutup

Sesungguhnya kita tidak tahu amal kita mana yang menjadi sebab utama datangnya rahmat bagi diri kita. Berapa banyak rahmat Allah dilimpahkan kepada seseorang karena amal-amal kecil yang dilaziminya. Karena itulah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Janganlah engkau remehkan kebaikan sekecil apapun itu, walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berbinar (menyenangkan)." (HR. Muslim dari Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu)

Semoga tulisan ini menyemangati kita untuk menghidupkan akhlak mulia ini (menjenguk orang sakit) yang banyak diremehkan orang. Berusaha ikhlas dan berharap pahala dari Allah serta apa yang dijanjikan-Nya melalui lisan Nabi-Nya. Karena ikhlash adalah syarat diterimanya amal kebaikan seseorang dan menjadi penyempurna dari apa yang dilakukan. Semoga Allah meringankan langkah kita dalam menghidupkan sunnah Nabi-Nya dan  merahmati kita dalam menggapai ridha dan surga-Nya. Wallahu T'ala a'lam.

[PurWD/voa-islam.com]

Oleh: Badrul Tamam


Blog EntryJul 13, '11 4:54 AM
for everyone

Kopi Radix adalah sejenis minuman yang diramu dari tujuh jenis herba dimana bahan utamanya adalah akar Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia) yang disinergikan dengan enam herba tambahan.

Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia) mengandung bahan aktif B-Sitos Terol yang berfungsi merangsang pengeluaran hormon Endrogen N-Nonacosane. Hormon ini merangsang saraf NEOCLOVENE yang dapat membangkitkan semangat serta meredakan keletihan.

SINERGI TUJUH HERBA

Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia)
Blood circulation tonic (tonik & peredaran darah), ramuan sehabis bersalin, afrodisiak (rangsangan sex), detoxifikasi (membuang racun dalam tubuh), anti hipertensi (menurunkan darah tinggi), anti piretic (menurunkan panas dalam badan), mengatasi diare, antidot (anti racun), demam kuning (masalah hati, sakit tulang (arthritis), gatal badan (keracunan), batuk kering, kencing manis, maag, keputihan, gusi berdarah, penyakit kelamin, anti septik untuk luka dalam, menghilangkan ketagihan merokok.

Teja Lawang (Cinnamomum Iners)
Demam, menambah tenaga, selepas bersalin, asma, batuk.

Tebu Gajah (Albizzia Myriophylla)
Penetral kafein, penawar demam, antidot (penawar racun), mengobati sakit telinga, membuang angin dalam badan, obat tenaga bathin/stamina lemah.

Mata Pelanduk (Ardisia Crispa)
Merawat otot, merawat sakit dada, diare, sakit tenggorokan, keracunan, pembengkakan testis, demam, batuk, asam urat.

Mengkudu Hutan (Morinda Elliptica)
Merawat sakit kapala, pelawas, wasir, jantung, darah tinggi, tidur yang berkualitas, menghaluskan kulit. Herba ini mengandung bahan aktif Morindin & Xeronin yang memberikan reaksi positif pada sel sehingga menimbulkan rasa segar.

Halban (Vitex pubescen)
Ramuan selepas bersalin, sakit badan, awet muda, anti oksidan, batuk. Larak hutan (Polyalthia Hypoleuca) obat sehabis bersalin, masalah masuk angin, tonik otak.

http://www.stokishpa.com

Blog EntryJul 12, '11 2:02 AM
for everyone

Indorobotika.com telah menambahkan produk-produk baru untuk keperluan membuat robot. Produk-produk ini berupa penggerak motor, roda, sensor line tracking, motor controller dan shield Arduino. Sedangkan otak robot bisa menggunakan Arduino.

Sensor garis pada Line Follower Line Tracking Sensor

Sensor garis yang bisa dipakai pada robot Line Follower atau Maze Solving. Bisa membedakan warna putih dan hitam. Keluaran berupa sinyal TTL.

Motor shield untuk Arduino Motor Shield untuk Arduino 1A

Shield ini berguna untuk menggerakan motor mini dengan maksimum arus 1A. Dapat mengendalikan motor 2 arah maju mundur dan dapat menggerakan 2 buah motor. Bisa langsung ditancapkan pada board Arduino dan sangat cocok untuk mengendalikan robot mini.

Motor shield Arduino 2A Motor Shield untuk Arduino 2A

Shield ini berguna untuk menggerakan motor mini dengan maksimum arus 2A. Dapat mengendalikan motor 2 arah maju mundur dan dapat menggerakan 2 buah motor. Bisa langsung ditancapkan pada board Arduino dan sangat cocok untuk mengendalikan robot mini.

Ball caster logam untuk robot Arduino Ball Caster Logam

Ball caster yang terbuat dari logam. Merupakan roda yang dapat bergerak ke segala arah. Kegunaannya sebagai roda depan atau roda penyangga ketiga pada sebuah robot yang digerakan dengan 2 buah motor. Sangat kuat dan dapat bergerak dengan mudah karena di dalamnya terdapat bearing baja.

Roda karet untuk robot Arduino Roda Karet

Roda yang terbuat dari bahan karet dengan diameter 65mm. Sangat cocok untuk membuat robot mini digabungkan dengan motor gearbox seperti di bawah ini. Dijual sepasang (2 buah)

Motor gear box Arduino Motor Gearbox

Motor mini dengan kecepatan 180rpm. Bisa dipasangi roda karet di atas. Sangat cocok untuk membuat robot mini bersama dengan ballcaster dan motor controller di atas.

Produk-produk untuk membuat robot ini bisa di beli di toko Indorobotika.com, selamat berkreasi.

http://blog.indorobotika.com


Blog EntryJun 20, '11 12:46 PM
for everyone

عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه، قال: سَمِعْتُ رَسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يقولُ: ((إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِه فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ، ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ)) رواهُ البُخاريُّ ومُسلِمٌ

Dari Umar bin Khattab dia berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “(Nilai) amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh (balasan amal) berdasarkan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka berarti hijrahnya (bernilai sebagai hijrah) karena Allah dan Rasul-Nya. Tetapi barangsiapa hijrahnya karena kepentingan duniawi yang hendak ia raih, atau wanita yang hendak ia nikahi, maka nilai hijrahnyaya hanya sesuai dengan niat hijrahnya itu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kata ikhlas menurut bahasa artinya murni, tidak bercampur dengan yang lainnya. Adapun menurut peristilahan, ikhlas artinya melakukan amalan dengan memurnikan maksud kita hanya untuk Allah Ta’ala, bukan dengan maksud agar mendapatkan pujian atau balasan dari manusia.

Mengapa Kita Harus Ikhlas?

Ada banyak alasan mengapa kita harus ikhlas. Pertama, keikhlasan merupakan salah satu syarat diterimanya amal (syarth qabul al-’amal). Sebagaimana diketahui syarat-syarat diterimanya amal seorang mukmin adalah dilakukan dengan ikhlas dan juga benar. Mengenai firman Allah dalam QS Al-Mulk ayat 2: “(Allah ) Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapakah yang paling baik amalnya”, Imam Fudhail bin ‘Iyadh menafsirkan ahsanu’amalan dengan kata-katanya: “Jika kita beramal dengan ikhlas tetapi tidak benar niscaya tidak akan diterima. Demikian pula jika kita beramal dengan benar tetapi tidak ikhlas juga tidak akan diterima. Amal kita harus dilakukan dengan ikhlas sekaligus benar agar diterima oleh Allah Ta’ala“.

Syetan mula-mula selalu berusaha agar seseorang meninggalkan amal ibadah, namun jika usaha ini gagal, ia akan berusaha agar orang tersebut beribadah dengan cara yang tidak benar, misalnya dengan menjerumuskannya kedalam bid’ah, atau agar orang tersebut beribadah dengan tidak ikhlas.

Kedua, keikhlasan merupakan faktor utama yang bisa mendatangkan taufiq Allah (‘amil jalbi taufiqillah). Dengan berlaku ikhlas, kita akan mendapatkan limpahan barakah Allah. Demikian pula, ketika kita ikhlas maka Allah akan menyertai dan memberikan kemudahan kepada kita. Inilah taufiq dari Allah, yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas.

Ketiga, keikhlasan merupakan faktor istimewa yang bisa membuahkan keberhasilan dan kesuksesan (‘amil an-najah). Ketika kita ikhlas, Allah akan menyertai dan memudahkan kita. Inilah yang kemudian akan membawa kita kepada keberhasilan dan kesuksesan. Jika Allah yang menghendaki keberhasilan bagi kita, apakah ada yang bisa mencegahnya?

Keempat, keikhlasan adalah salah satu faktor utama penjaga keistiqamahan dalam amal dan ibadah. Karena jika seseorang beramal dan beribadah karena dorongan faktor riya’, misalnya karena ingin dilihat, ingin dipuji, dan seterusnya, yang jelas ingin ini dan itu dari manusia, maka amal dan ibadahnya itu akan otomatis berhenti ketika faktor-faktor itu semua tidak ada. Sedangkan jika amal dan ibadahnya ikhlas murni karena Allah, maka keistiqamahan pun akan terjaga, karena Allah selalu ada, dan terus mengawasi tanpa henti.

Kelima, keikhlasan merupakan faktor yang bisa mendatangkan kekuatan (‘amil al-quwwah). Dikisahkan tentang seorang laki-laki ahli ibadah di zaman dahulu kala. Ketika ia mengetahui bahwa di desanya atau desa sebelah terdapat sebuah pohon yang dikeramatkan dan disembah oleh warga, iapun bergegas untuk menebang pohon tersebut, dengan niat ikhlas karena Allah. Di terngah jalan menuju pohon tersebut, ia dihadang oleh syetan/jin yang menyamar sebagai seorang laki-laki. Syetan itu berusaha menghalangi si ahli ibadah. Akhirnya terjadilah perkelahian yang dalam waktu singkat dimenangkan oleh si ahli ibadah. Namun sebelum si ahli ibadah meneruskan perjalanannya menuju pohon, syetan yang kalah tersebut tetap berusaha merayunya. Syetan menawarkan kepadanya bahwa jika ia menunda penebangan pohon tersebut, ia akan mendapati uang dibawah bantalnya setiap hari, yang bisa digunakan untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari, sehingga tidak lagi menjadi beban dan tanggungan orang lain seperti biasanya. Si ahli ibadah memang miskin, maka iapun terkecoh dan akhirnya setuju dengan tawaran tersebut.

Selama beberapa hari, memang benar ia selalu mendapati setumpuk uang di bawah bantalnya, sesuai janji jin/syetan tersebut. Namun ternyata itu tidak berlanjut, sehingga pada hari-hari berikutnya, ia tidak lagi mendapati uang yang dijanjikan. Maka ia pun naik pitam. Ia merasa bahwa laki-laki yang sebetulnya jelmaan syetan/jin tersebut telah ingkar janji. Maka iapun mengambil kapaknya dan dengan marah bergegas menuju pohon untuk menebangnya. Namun di tengah jalan, ia dihadang lagi oleh si laki-laki jelmaan syetan/jin yang sama, dan yang berusaha menghalanginya. Akhirnya terjadilah perkelahian lagi antara keduanya, namun kali ini si ahli ibadahlah yang kalah. Setelah berhasil mengalahkan si ahli ibadah, syetan tersebut pun berujar, “Kemarin dulu kamu bisa mengalahkan aku sebab kamu berniat menebang pohon itu, semata-mata ikhlas karena Allah, namun kali ini kamu bisa dengan mudah aku kalahkan sebab kamu berniat menebang pohon itu demi uang”. Ini adalah sebuah kisah yang memberikan pelajaran kepada kita bahwa keikhlasan akan mendatangkan kekuatan, khususnya kekuatan rohani, bahkan juga termasuk kekuatan fisik.

Kapan Ikhlas Harus Ada?

Ikhlas tidak hanya harus ada dalam diri kita sebelum mengerjakan suatu perbuatan (qablal ‘amal), tetapi juga ketika mengerjakan suatu perbuatan (ma’al ‘amal), dan setelah mengerjakan suatu perbuatan (ba`dal ‘amal). Bisa jadi seseorang memiliki keikhlasan sebelum dan ketika beramal, tetapi jika sesudah beramal ia kehilangan keikhlasannya maka pahala amalnya bisa terhapus karenanya. Mari kita renungi firman Allah SWT berikut ini:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 264)

Bagaimana Ikhlas?

Seseorang dinilai telah ikhlas dalam amal ibadahnya, jika ia mendasarkannya pada tiga hal: al-mahabbah, ar-raja’, dan al-khauf. Al-Mahabbah (cinta) disini artinya beribadah atas dasar dorongan dan motivasi cinta kepada Allah, yang merupakan salah satu bukti, ekpresi dan implementasi keimanan yang ideal. Ar-Raja (harap/pamrih) artinya beribadah atas dasar dorongan dan motivasi rasa harap pada karunia, rahmat dan imbalan yang baik dan banyak berlipat-lipat dari Allah. Dan itu meliputi tidak hanya balasan-balasan ukhrawi saja, tapi juga termasuk balasan-balasan duniawi sekaligus. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Allah Ta’ala berfirman (dalam hadits qudsi, yang artinya): “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku” (HR. Muttafaq ‘alaih). D.an beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda (yang artinya): “Janganlah seseorang di antara kamu sekali-kali mati, melainkan dalam keadaan berprasangka (berharap) baik pada Rabb-nya (Tuhan-nya)” (HR. Muslim) Adapun Al-Khauf (takut) artinya beribadah atas dasar dorongan dan motivasi rasa takut pada Allah, yakni pada murka-Nya, pada adzab-Nya, pada neraka-Nya, pada ancaman-Nya, pada pembalasan buruk bagi si pelaku dari-Nya, dan selanjutnya. Dan itu juga tidak terbatas pada rasa takut akan pembalasan-pembalasan buruk di akherat saja, namun juga mencakup rasa takut akan pembalasan-pembalasan buruk di dunia.

Jadi beramal dan beribadah ikhlas karena Allah Ta’ala itu maksudnya, beramal dan beribadah karena dorongan rasa cinta (mahabbah) kepada-Nya, atau karena dorongan rasa harap (raja) alias pamrih kepada segala rahmat, karunia dan pemberian dari Allah, baik yang bersifat ukhrawi maupun dun-yawi, atau karena motivasi rasa takut (khauf) terhadap semua bentuk pembalasan buruk (atas dosa-dosa) dari Allah, baik ukhrawi maupun dun-yawi.

Pamrih = Ikhlas?

Biasanya orang yang beramal dan beribadah karena pamrih ingin dapat sesuatu diantara kepentingan duniawi, akan dikatakan tidak ikhlas, karena berarti riya’. Itu benar jika pamrih-nya memang pamrih riya’. Tapi sebenarnya tidak semua pamrih riya’, melainkan ada pamrih yang justru bagian dari ikhlas, sehingga hukumnya ya tidak terlarang, malah dibenarkan dan bahkan diperintahkan serta diwajibkan! Jadi dibenarkan jika seseorang itu beramal dan beribadah, seperti shalat, puasa, sedekah, dan lain-lain, yang didorong oleh rasa pamrih ingin lulus ujian dengan nilai bagus misalnya (bagi pelajar dan mahasiswa), atau karena ingin untung banyak (bagi pedagang dan pebisnis), ingin dapat jodoh yang saleh/salehah (bagi pemudi/pemuda lajang), ingin segera beroleh momongan, dan seterusnya dan seterusnya.

Semua pamrih itu bisa termasuk kategori pamrih ikhlas jika memenuhi tiga syarat. Pertama, yang di-pamrih-kan (diharapkan dan diinginkan) bersifat dan berstatus hukum syar’i, yakni minimal berhukum mubah dan tidak melanggar syariah. Kedua, pamrih (harapan) harus benar-benar ditujukan dan digantungkan hanya kepada Allah semata, dan bukan kepada selain-Nya Yakni semua yang ingin didapat seseorang berupa kepentingan-kepentingan duniawi itu, harus diharap didapat sebagai rahmat dan karunia dari-Nya. Oleh karena itu penting sekali ia senantiasa mengiringi setiap pamrih dan harapannya itu dengan doa-doa permohonan kepada Allah Ta’ala, untuk menjamin dan memastikan bahwa, pamrih dan harapannya benar-benar ditujukan atau digantungkan kepada Allah. Dan ketiga, amal dan ibadah yang dilakukan dan ditempuh sebagai sarana (wasilah) ber-pamrih untuk mendapatkan semua yang diinginkan, haruslah bersifat dan berstatus hukum syar’i, berarti tidak dengan sarana amalan bid’ah atau tindak maksiat.

http://ikadijatim.org


Blog EntryJun 19, '11 1:09 PM
for everyone


الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد :

Suatu hal yang pasti bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan. Surga diciptakan-Nya sebagai tempat tinggal yang abadi bagi kaum Mukminin dan neraka sebagai tempat tinggal bagi kaum kafirin dan pelaku dosa.



(أما الذين آمنوا وعملوا الصالحات فلهم جنات المأوى نزلا بما كانوا يعملون، وأما الذين فسقوا فمأواهم النار، كلما أرادوا أن يخرجوا منها أعيدوا فيها وقيل لهم ذوقوا عذاب النار الذي كنتم به تكذبون) السجدة: 19-20



"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya".

Setiap Muslim yang mengerti keadaan Surga dan neraka tentunya sangat berharap untuk dapat menjadi penghuni Surga dan terhindar jauh dari neraka, inilah fitrah.

Pada kajian kali ini, kita akan membahas tentang wanita wanita penghuni neraka. Sebelumnya alangkah baiknya jika kita menoleh kepada peringatan-peringatan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al Qur’an tentang neraka dan adzab yang tersedia di dalamnya dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

(يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون) التحرم: 6

“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim :6).

Imam Ath Thabari rahimahullah menyatakan di dalam tafsirnya : “Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari neraka.”

Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu juga mengomentari ayat ini : “Beramallah kalian dengan ketaatan kepada Allah, takutlah kalian untuk bermaksiat kepada-Nya dan perintahkan keluarga kalian untuk berdzikir, niscaya Allah menyelamatkan kalian dari neraka.”

Dan masih banyak tafsir para shahabat dan ulama lainnya yang menganjurkan kita untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka dengan mengerjakan amalan shalih dan menjauhi maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Di dalam surat lainnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

(فاتقوا النار التي وقودها الناس والحجارة أعدت للكافرين ) البقرة: 24.

“Maka takutlah kamu kepada api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah : 24)

Begitu pula dengan ayat-ayat lainnya yang juga menjelaskan keadaan neraka dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.

Kedahsyatan dan kengerian neraka juga dinyatakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam di dalam hadits yang shahih dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwasanya beliau bersabda :

«نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِى يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ ». قَالُوا وَاللَّهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « فَإِنَّهَا فُضِّلَتْ عَلَيْهَا بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهَا مِثْلُ حَرِّهَا ». مسلم (7344).

“Api kalian yang dinyalakan oleh anak cucu Adam ini hanyalah satu bagian dari 70 bagian neraka Jahanam. Mereka berkata: demi Allah, (sungguh) ia telah cukup (untuk membakar orang orang yang kafir dan berdosa) wahai Rasulullah, beliau bersabda: sungguh ia telah dilipat kalikan atasnya sebanyak 69 bagian, semuanya seperti panasnya (api dunia) ” (H. R Muslim no. 7344)

Jikalau api dunia saja dapat menghanguskan tubuh kita, bagaimana dengan api neraka yang panasnya 69 kali lipat dibanding panas api dunia? Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari neraka. Amin.

Wanita adalah kebanyakkan penghuni neraka:

Tentang hal ini, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

« اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ ».

“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari, no. 3069 dan Muslim no.7114, dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)

Dari Usamah Bin Zaid –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Rasulullah –shalallahu 'alaihi wasallam- bersabda:

«قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينُ، وَإِذَا أَصْحَابُ الْجَدِّ مَحْبُوسُونَ إِلاَّ أَصْحَابَ النَّارِ فَقَدْ أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ وَقُمْتُ عَلَى بَابِ النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ». رواه مسلم (رقم:7113).

"Aku berdiri di depan pintu syurga, lalu (kulihat) kebanyakkan orang yang masuk kedalamnya adalah orang orang miskin, dan orang orang yang kaya di tahan kecuali penghuni neraka mereka di suruh untuk masuk keneraka, dan aku berdiri di depan pintu neraka maka (kulihat) kebanyakkan yang masuk kedalamnya adalah wanita". (H. R Muslim, no. 7113).

Dari Imran bin Husain dia berkata, Nabi -Shalallahu ‘alaihi wassalam- bersabda :

( إن أقل ساكني الجنة النساء ). رواه مسلم (7118).

“Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita.” (HR. Muslim, no. 7118).

Imam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di atas seraya berkata:

(قال علماؤنا: إنما كان النساء أقل ساكني الجنة لما يغلب عليهن من الهوى و الميل إلى عاجل زينة الدنيا لنقصان عقولهن أن تنقدن بصائرها إلى الأخرى فيضعفن عن عمل الآخرة والتأهب لها ولميلهن إلى الدنيا والتزين بها و لها ثم مع ذلك هن أقوى أسباب الدنيا التي تصرف الرجال عن الأخرى لما لهم فيهن من الهوى والميل لهن فأكثرهن معرضات عن الآخرة بأنفسهن صارفات عنها لغيرهن سريعات الانخداع لداعيهن من المعرضين عن الدين عسيرات الاستجابة لمن يدعوهن إلى الأخرى و أعمالها من المقتين). التذكرة

“Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)

Hadits hadits diatas menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tentang penduduk Surga yang mayoritasnya adalah fuqara (para fakir miskin) dan neraka yang mayoritas penduduknya adalah wanita. Tetapi hadits ini tidak menjelaskan sebab-sebab yang mengantarkan mereka ke dalam neraka dan menjadi mayoritas penduduknya, namun disebutkan dalam hadits lainnya.

Ciri ciri wanita penghuni neraka:

Jika kita membaca hadits Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam tentang penghuni neraka, niscaya kita akan dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam neraka bahkan menjadi mayoritas penduduknya dan yang menyebabkan mereka menjadi golongan minoritas dari penghuni Surga, diantaranya:

1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya

Di dalam kisah gerhana matahari yang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana padanya dengan shalat yang panjang, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka, seraya bersabda:

((...ورأيت النار فلم أر منظرا كاليوم قط ورأيت أكثر أهلها النساء قالوا: بم يا رسول الله ؟ قال بكفرهن قيل أيكفرن بالله ؟ قال: يكفرن العشير ويكفرن الإحسان لو أحسنت إلى إحداهن الدهر كله ثم رأت منك ما تكره قالت ما رأيت منك خيرا قط )) رواه البخاري.

“ … Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya :“Mengapa (demikian) wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab : “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab :“Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari, no. 1053, dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

Kekufuran model ini terlalu banyak kita dapati di tengah keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yagn mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri sebagaimana kata pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat istri model begini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :

(لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكَرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ). رواه النسائي في السنن الكبرى (رقم:9086) والبزار في مسنده (2349). وصححه الشيخ الألباني في الصحيحة (رقم: 289).

“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri suaminya sedang ia selalu membutuhkannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra (9086) dan Al Bazzar dalam musnadnya (2349) dari Abdullah bin ‘Amr). Di shohihkan oleh syekh Al Bani (no. 289).

Hadits di atas adalah peringatan keras bagi para wanita Mukminah yang menginginkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Surga-Nya. Maka tidak sepantasnya bagi wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal sepele yang tidak pantas untuk dibesar-besarkan.

Jika demikian keadaannya maka sungguh sangat cocok sekali jika wanita yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai mayoritas kaum yang masuk ke dalam neraka walaupun mereka tidak kekal di dalamnya.

Cukup kiranya istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabiyah sebagai suri tauladan bagi istri-istri kaum Mukminin dalam mensyukuri kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya, agar mereka tergolong kedalam orang orang yang mensyukuri Allah Ta'ala, sebagaimana yang di jelaskan oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam dalam sabda beliau:

(( لا يشكر الله من لا يشكر الناس )). أبو داود (رقم: 4813).

"Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia"

2. Durhaka Terhadap Suami (النشوز)

Kedurhakaan yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai pada kehidupan masyarakat kaum Muslimin.

Tiga bentuk kedurhakaan itu adalah :

1. Durhaka dengan ucapan.

2. Durhaka dengan perbuatan.

3. Durhaka dengan ucapan dan perbuatan.

Bentuk pertama ialah seorang istri yang biasanya berucap dan bersikap baik kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya, tiba-tiba berubah sikap dengan berbicara kasar dan tidak segera memenuhi panggilan suaminya. Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa tidak senang atau lambat mendatangi suaminya. Kedurhakaan seperti ini sering dilakukan seorang istri ketika ia lupa atau memang sengaja melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini.

Termasuk bentuk kedurhakaan ini ialah apabila seorang istri membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang diperbolehkan syar’i. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan dengan maksud untuk menjelekkannya dan merusak kehormatannya sehingga nama suaminya jelek di mata orang lain. Bentuk serupa adalah apabila seorang istri meminta di thalaq atau di khulu’ (dicerai) tanpa sebab syar’i. Atau ia mengaku-aku telah dianiaya atau didhalimi suaminya atau yang semisal dengan itu.

Permintaan cerai biasanya diawali dengan pertengkaran antara suami dan istri karena ketidakpuasan sang istri terhadap kebaikan dan usaha sang suami. Atau yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya karena suaminya berusaha mengamalkan syari’at-syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sunnah-sunnah Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wassalam. Sungguh jelek apa yang dilakukan istri seperti ini terhadap suaminya.

Ingatlah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :

« أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاَقًا فِى غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ ».

“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’i, pent.) maka haram baginya wangi Surga.” (HR. Abu Daud, no. 2228, dan Ibnu Majah, no. 2055). Di shohihkan oleh syekh Al Bani dalam "shohih sunan abu daud" (no. 1928).

Bentuk kedurhakaan kedua yang dilakukan para istri terjadi dalam hal perbuatan yaitu ketika seorang istri tidak mau melayani kebutuhan seksual suaminya atau bermuka masam ketika melayaninya atau menghindari suami ketika hendak disentuh dan dicium atau menutup pintu ketika suami hendak mendatanginya dan yang semisal dengan itu.

Dalam hadits Rasulullah bersabda:

(إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فلم تأت لعنتها الملائكة حتى تصبح) وفي لفظ (فبات و هو عليها غضبان لعنتها الملائكة حتى تصبح). ولفظ الصحيحين أيضا: (إذا باتت المرأة هاجرة فراش زوجها فتأبى عليه إلا كان الذي في السماء ساخطا عليها حتى يرضى عنها زوجها).

"Apabila suami mengajak istri keranjangnya (untuk jima') lalu ia tidak memenuhi maka ia dilaknat oleh para malaikat sampai subuh". Dalam riwayat : "lalu ia tidur malam sedang suaminya murka maka para malaikat akan melaknatnya sampai subuh". Dalam riwayat lain: "Apabila istri diwaktu malam meninggalkan ranjang suaminya, ia enggan mendatanginya, maka yang di langit (Allah) akan murka kepadanya sampai ia minta keridhaan suaminya".

Termasuk dari bentuk ini ialah apabila seorang istri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Yang demikian seakan-akan seorang istri lari dari rumah suaminya tanpa sebab syar’i. Demikian pula jika sang istri enggan untuk bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya dan yang semisal dengan itu.

Bentuk lain adalah apabila seorang istri tidak mau berdandan atau mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu, melakukan puasa sunnah tanpa izin suaminya, meninggalkan hak-hak Allah seperti shalat, mandi janabat, atau puasa Ramadlan.

Dalam hadits Rasulullah bersabda:

((لا يحل لامرأة تؤمن بالله و اليوم الآخر أن تصوم وزوجها شاهد إلا بإذنه ولا تأذن في بيته إلا بإذنه)) أخرجه البخاري.

"Tidak boleh bagi perempuan yang beriman dengan Allah dan hari akhirat berpuasa (sunat) sedang suminya bersamanya kecuali dengan izinnya, dan tidak mengizinkan (seseorangpun) masuk kedalam rumahnya kecuali dengan izinnya".

Maka setiap istri yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti tersebut adalah istri yang durhaka terhadap suami dan bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jika kedua bentuk kedurhakaan ini dilakukan sekaligus oleh seorang istri maka ia dikatakan sebagai istri yang durhaka dengan ucapan dan perbuatannya. (Dinukil dari kitab An Nusyuz karya Dr. Shaleh bin Ghanim As Sadlan halaman 23-25 dengan beberapa tambahan).

Sungguh merugi wanita yang melakukan kedurhakaan ini. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada jalan ke Surga karena memang biasanya wanita yang melakukan kedurhakaan-kedurhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan dunia yang menipu.

Ketahuilah wahai saudariku Muslimah, jalan menuju Surga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini ada Surga yang Allah sediakan untuk hamba-hamba-Nya yang sabar menempuhnya. Ketahuilah pula bahwa jalan menuju neraka memang indah, penuh dengan syahwat dan kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya.

Rasulullah bersabda:

«حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ». رواه مسلم (7308).

"(Jalan ke) Syurga dipenuhi dengan rintangan rintangan dan (jalan ke) neraka di penuhi denga syahawat". (H. R Muslim, no. 7308, dari Anas Bin Malik –radhiyallahu 'anhu-).

Dan ketahuilah bahwa suamimu wahai saudariku Muslimah adalah syurgamu atau nerakamu, jika kamu mentaatinya balasanmu adalah syurga, akan tetapi sebaliknya jika kamu mendurhakainya maka nerakalah balasannya, sebagaimana dalam hadits:

(أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ مِحْصَنٍ أَخْبَرَ عَنْ عَمَّةٍ لَهُ أَنَّهَا دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِبَعْضِ الْحَاجَةِ فَقَضَى حَاجَتَهَا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ ؟ قَالَتْ: نَعَمْ قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ ؟ قَالَتْ: مَا آلُوهُ، إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ). رواه النسائي في السنن الكبرى (رقم:8913) وأحمد في المسند (رقم:27352) وصححه الألباني في الصحيحة (رقم:2612).

"Abdullah Bin Mihshan mengabarkan dari bibinya, bahwasanya ia masuk menemui Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, lalu Rasulullah berdiri (pergi) untuk sebagian keperluannya, lalu ia memenuhi kebutuhannya, dan beliau bertanya kepadanya: apakah kamu mempunyai suami? Ia menjawab: Ya, beliau bertanya: bagaimana (sikap/layanan) kamu kepadanya, ia menjawab: Saya tidak membiarkannya (selalu memperhatikannya) kecuali jika saya tidak mampu, maka Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: "perhatikanlah sikapmu (layananmu) kepadanya, sesungguh ia adalah syurgamu dan nerakamu").

Maksudnya adalah: ia (suami) adalah penyebab istri masuk syurga dengan keredhaannya, dan juga penyebab istri masuk nereka dengan kemurkaannya, maka hendaklah para istri bermu'amalah baik dan memberikan layanan yang terbaik dan tidak menyelisihi perintahnya selagi dalam keta'atan kepada Allah.

Dalam hadits Rasulullah –shalallahu'alahi wasallam- bersabda:

(لو كنت آمرا أحدا أن يسجد لأحد لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها). رواه الترمذي.

"Jika aku menyuruh seorang sujud kepda seseorang tentu akan akau suruh istri sujud kepada suaminya".

Hanya wanita yang bijaksanalah yang mau bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada suaminya dari kedurhakaan-kedurhakaan yang pernah ia lakukan. Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar dalam mentaati perintahnya. Ia mengerti nasib di akhirat dan bukan kesengsaraan di dunia yang ia takuti dan tangisi.

3. Tabarruj

Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki. (Jilbab Al Mar’atil Muslimah halaman 120)

Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang dikarenakan minimnya pakaian mereka dan tipisnya bahan kain yang dipakainya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

« صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا ». رواه مسلم (رقم: 5704).

“Dua golongan dari penghuni nereka yang tidak (perna) aku lihat: suatu kaum yang memiliki cambuk (cemeti) seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka (karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya), kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 5704 ).

Ibnul ‘Abdil Barr rahimahullah mengomentari hadits diatas seraya berkata: “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah yang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .” (Dinukil oleh Suyuthi di dalam Tanwirul Hawalik 3/103 )

Mereka adalah wanita-wanita yang hobi menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang hal ini dalam firman-Nya :

(ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها ) النور: 31

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka kecuali yang tampak darinya.” (An Nur : 31)

Imam Adz Dzahabi rahimahullah menyatakan di dalam kitab Al Kabair halaman 131 : “Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang ada di dalam niqab (tutup muka/kerudung) mereka, memakai minyak wangi dengan misik dan yang semisalnya jika mereka keluar rumah … .”

Dan ini adalah termasuk dosa besar sebagaiamana yang di sebutkan oleh Ibnu Hajar AL Haitami dalam kitabnya (Az zawajir 'anil iqtiraafil kabaair), dosa besar no. 108.

Dengan perbuatan seperti ini berarti mereka secara tidak langsung menyeret kaum pria ke dalam neraka, karena pada diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat yang dapat menggoyahkan keimanan yang kokoh sekalipun. Terlebih bagi iman yang lemah yang tidak dibentengi dengan ilmu Al Qur’an dan As Sunnah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sendiri menyatakan di dalam hadits yang shahih bahwa fitnah yang paling besar yang paling ditakutkan atas kaum pria adalah fitnahnya wanita.

Sejarah sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh legendaris dunia yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala hancur karirnya hanya disebabkan bujuk rayu wanita.

Dan berapa banyak persaudaraan di antara kaum Mukminin terputus hanya dikarenakan wanita. Berapa banyak seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang wanita, dan masih banyak lagi kasus lainnya yang dapat membuktikan bahwa wanita model mereka ini memang pantas untuk tidak mendapatkan wanginya Surga.

Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu menjerumuskan kaum pria ke dalam lembah dosa dan hina terlebih lagi jika mereka bersolek dan menampakkan di hadapan kaum pria. Tidak mengherankan lagi jika di sana-sini terjadi pelecehan terhadap kaum wanita, karena yang demikian adalah hasil perbuatan mereka sendiri. Oleh karenanya Allah menyuruh mereka untuk menetap dirumah dan melarang bertabarruj, sebagaimana dalam firman-Nya:

(وقرن في بيوتكن ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى) الأحزاب: 33

“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Al Ahzab : 33)

Masih banyak sebab-sebab lainnya yang mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka. Tetapi kami hanya mencukupkan tiga sebab ini saja karena memang tiga model inilah yang sering kita dapati di dalam kehidupan masyarakat negeri kita ini.

Sebagian amalan yang menyelamatkan dari nereka:

Dari salah satu hadits diatas kita dapatkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka. Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda : “Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)

Ukhti muslimah !!

Bershadaqahlah! Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita semua dari adzabnya. Amin.

Wallahu A’lam bish Shawwab.



*Disampaikan oleh Penulis pada kajian Akhwat di Islamic Center Al-Hunafa' Masjid 'Aisyah Lawata Mataram pada tanggal 03/02/2011

 www.alhujjah.com

Blog EntryJun 17, '11 1:39 PM
for everyone
Suasana dan nuansa kehidupan terasa semakin memanas saja. Semua sudut-sudut kehidupan terasa menyudutkan. Bergolak. Kecemasan mengemas jiwa. Kesedihan menindih hati. Kehidupan rumah tangga berjalan kurang manis dan minim harmonis. Suami kurang perhatian kepada istri. Istri kurang hormat kepada suami. Hambar menyebar ke seluruh sudut hati. Perselingkuhan menjadi trend seolah bagai solusi.

Anak-anak berlagak kuat, hebat dan tidak perlu hormat kepada orang tua. Bahkan nasehat orangtua dianggap suara sumbang yang membosankan. Orangtua ada yang menganggap anaknya sekedar makhluk yang hadir hanya jadi beban dan menyusahkan saja. Kurang sentuhan hati dan kurang perhatian.

Di sekolah, guru-guru hanya mentransfer ilmu menggunung berharap angka bagus. Celakanya angka yang diraih anakpun ada yang diraih bukan dari usahanya sendiri. Sisi spiritual anak terabaikan. Akhlak anak didik bukan menjadi ukuran sekolah bonafit atau sekolah berkelas.

Di kantor, atasan  yang seharusnya berperan sebagai pemimpin, membimbing dan melindungi bawahannya, malah kerjanya hanya mengancam dan marah-marah kepada bawahannya. Sebaliknya, bawahan tak lagi ada rasa hormat pada atasannya. Saling mencurigai. Saling mendengki. Dan saling menjatuhkan!

Alam sepertinya tak lagi bersahabat dengan kita. Iklim ekstrem. Banjir di musim panas, gempa bumi, tsunami. Ulat sedang merambah ke berbagai daerah. Alam tak lagi  memberikan kesejukan, kenyamanan. Sepertinya alam sedang menunjukan kemarahannya kepada penghuninya.

Tidakkah ini menjadi kekhawatiran kita?  Jangan sampai ini menunjukkan bahwa Allah sedang menahan rahmat-Nya. Ya Allah, curahkanlah rahmat-Mu.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar Allah berkenan mencurahkan rahmat-Nya kepada kita. Yang pertama, menjaga kesakralan pernikahan. Ketentaman, kedamaian dan kebahagiaan adalah dambaan keluarga. Allah sudah menetapkan dan memastikan bahwa keluarga yang dibangun di atas pondasi iman dan ditata sesuai  bimbingan-Nya niscaya akan tumbuh dengan subur dalam suasana kedamaian dan kebahagian. Allah merahmati keluarga yang sepakat menegakkan nilai-nilai ibadah. Menghiasi pergaulan dengan menjunjung tinggi akhlak gaya Nabi saw. dan dinaungi  cinta kasih. Allah SWT berfirman, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa cinta dan kasih-sayang (rahmat). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”  (QS. Ar-Rum: 21)

Untuk menumbuhkan keluarga yang dirahmati Allah, diperlukan niat yang tulus bahwa keluarga dibangun semata-mata untuk meraih ridha Allah. Juga diperlukan kesepakatan dan tekad bersama diantara seluruh anggota keluarga, untuk saling mengingatkan dan saling mendukung dalam melakukan ketaatan kepada Allah.

Yang kedua, menjaga iman dan takwa yang ada didalam dadaIman  merupakan harta yang paling berharga dan paling mahal, maka apa yang terjadi bila pemiliknya tidak memeliharanya? Iman harus dijaga dan dirawat agar memunculkan sikap ketergantungan pada Allah, dan pada akhirnya menumbuhkan kepatuhan yang total kepada Allah. Pastilah Allah memberikan jaminan terbaik bagi hamba-Nya yang patuh dan tunduk kepadaNya.

Namun menjaga iman tidaklah mudah, karena iman memiliki tabiat naik dan turun sebagaimana pasang surutnya air laut. Kita harus berusaha agar bisa terus istiqamah dalam keimanan. Kalaulah iman sedang turun, jangan sampai kita terjatuh kedalam perkara-perkara yang dilarang oleh Allah.

Adapun takwa adalah buah dari keimanan. Takwa berarti berhati-hati dan menjaga diri agar senantiasa bisa menjalankan perintah-perintah Allah dan tidak terjerumus kedalam larangan-larangan-Nya. Dengan adanya takwa inilah, Allah akan mencurahkan kebaikan dari segala arah, sebagaimana janji-Nya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’raf: 96).

Allah juga berjanji, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 97)

Sekarang, mana yang kita pilih: takwa yang akan mendatangkan rahmat Allah, ataukah pembangkangan dan kemaksiatan kepada Allah yang akan menyebabkan tertutupnya pintu-pintu rahmat Allah? Pilihan tentu saja ada di tangan kita sendiri. “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian telah berbuat baik untuk diri kalian sendiri. Dan jika kalian berbuat buruk, sesungguhnya keburukan itu juga untuk diri kalian sendiri.” (QS Al-Isra’: 7)


http://ikadijatim.org


Blog EntryJun 16, '11 1:56 PM
for everyone

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Janji Iblis kepada Allah Ta’ala setelah dikeluarkan dari surga:

{ قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ (17)}

Artinya: “Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”. (QS. Al A’raf: 16-17)

Makna dari: “dari jalan Engkau yang lurus”

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “dari agama-mu yang lurus”.
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “dari Al Quran”.
Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata: “dari Islam”.
Mujahid rahimahullah berkata: “dari kebenaran”
Seluruh tafsiran masuk ke dalam sebuah makna yaitu: dari jalan yang mengantarkan kepada Allah Ta’ala.

Makna dari: “kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka”.

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata: “dari sisi kehidupan akhirat, yaitu dengan mendustakan hari kebangkitan, surga dan neraka”.

Makna dari: “dan dari belakang mereka”.

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “saya akan senangkan kepada mereka tentang kehidupan dunia mereka”.
Abu Shalih rahimahullah berkata: “saya akan meragu-ragukan kepada mereka tentang kehidupan akhirat dan menjauhkan mereka darinya”.

Makna dari: “dari kanan mereka”.

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Saya akan samarkan kepada mereka perkara agama mereka”.
Abu Shalih berkata: “aku akan ragu-ragukan kepada mereka kebenaran”.

Makna dari: “dari kiri mereka”.

Al Hasan Al Bashri berkata: “Saya akan memerintahkan dan mendorong mereka untuk melakukan dosa dan memperindah dosa tersebut dalam pandangan mereka”.

Abdullah bin Abbas berkata: “dan Iblis tidak mengatakan “saya akan menggangu mereka dari atas mereka, karena dia mengetahui bahwa Allah dari atas mereka”.

Salah satu tipu daya Iblis/setan terhadap manusia sesuai dengan janjinya di atas:

Meletakkan kepada manusia sikap Ghuluw (terlalu berlebihan) atau sikap Taqshir (terlalu meremehkan).

قال بعض السلف : ما أمر الله تعالى بأمر إلا وللشيطان فيه نزغتان، إما إلى تفريط وتقصير وأما إلى مجاوزة وغلو ولا يبالي بأبها ظفر

Tidak Allah memerintahkan sebuah perintah melainkan setan memeliki dua tipu daya di dalamnya; baik berupa sikap condong kepada terlalu meremehkan dan merendahkan atau sikap terlalu conodng kepada melampaui batas dan berlebihan, dan dia (setan/iblis) tidak perduli dengan mana dari dua sikap tersebut dia mendapatkan keuntungan.

Contoh-contohnya:

1. Ada orang terlalu meremehkan di dalam melakukan hal-hal yang wajib di dalam bersuci (berwudhu dsb) dan ada orang yang terlalu berlebihan di dalam bersuci, sehingga membasuh yang tidak perlu dibasuh.

2. Ada orang yang terlalu meremehkan di dalam makan, minum sehingga menyakiti badan dan ada orang yang terlalu berlebihan di dalam makan, minum di luar batas kemampuan sehingga mendatangkan badan.

3. Ada orang yang terlalu meremehkan kedudukan para nabi ‘alaihimusslam dan para kerabatnya sampai membunuh mereka da nada orang yang terlalu berlebihan mengagungkan mereka sampai menyembah mereka.

4. Ada orang yang terlalu meremehkan dalam berhubungan social dengan orang lain, terlalu menyendiri, tidak mau bergaul dan ada orang yang terlalu berlebihan dalam hal ini, bergaul dengan siapa saja sampai bergaul kepada orang yang suka berbuat maksiat atau dosa.

5. Ada orang yang terlalu meremehkan dalam menuntut ilmu agama, tidak mau menuntut, menganggap tidak penting dan ada orang yang terlalu berlebihan menuntut ilmu agama, dengan cara mengoleksi ilmu tanpa di amalkan.

6. Ada orang yang terlalu meremehkan kesehatan, melarang dirinya makan sesuatu yang sebenarnya baik buat kesehatan dan ada orang yang terlalu berlebihan seluruh makanan dan minuman dimakan sampai yang harampun dimakan atau diminum.

7. Ada orang yang terlalu meremehkan dengan tidak mau dan tidak menganggap penting menikah dan ada orang yang terlalu berlebihan sampai melakukan perbuatan zina.

8. Ada orang yang terlalu meremehkan kedudukan para ulama dan ada yang terlalu berlebihan di dalam hal ini, shingga mereka menyembah ulama tersebut selain Allah ta’ala.

9. Ada orang yang terlalu meremehkan fatwa ulama dan orang yang terlalu berlebihan dengan fatwa mereka sehingga lebih mengedapankan fatwa mereka dibandingkan dengan Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kalau dilihat dosa dan kesalahan yang dilakukan anak keturunan Adam ‘alaihissalam, sebabnya tidak lebih dari dua trik iblis ini yaitu; terlalu condong kepada sikap meremehkan VS terlalu condong kepada sikap berlebihan.

Silahkan contohnya yang lain bisa dicari sendiri. Semoga bermanfaat kawan…

Diambilkan dari kitab Mawarid Al Aman Al Muntaqa Ighatsat Al Lahafan fi Mashayid Asy Syaithan, karya Syeikh Ali Hasan bin Abdul Hamid hafizhahullah.

Ahmad Zainuddin
Ahad,19 Jumadal Akhirah 1432H
Dammam, KSA

Artikel: Moslemsunnah.Wordpress.com


Halaqoh Usbu’iyah (majlis pekanan) adalah salah satu sarana terpenting diantara Wasail tarbawi yang ada, bukanlah disebut tarbiyah tanpa adanya halaqoh, ia adalah  asas  (dasar)  dari  tarbiyah, dan ia adalah pondasi tegaknya  dan terlaksananya seluruh agenda  tarbawiyah,  jika  halaqohnya kuat, maka dia akan memiliki daya dorong yang  kuat  pula bagi terlaksananya agenda tarbawiyah,  jika  halaqohnya  lemah  maka  efek  yang akan ditimbulkan adalah tersendatnya, bahkan tak terlaksananya agenda tarbawiyah dengan baik.  


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ   

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS 58.Al Mujadilah – Ayat 11]

Lalu halaqoh yang bagaimanakah  yang dimaksud  :

Ciri-ciri  Halaqoh Usbu’iyah Muntijah

1. Halaqoh Imaniyah : Halaqoh yang mampu meningkatkan keimanan para anggotanya, maka program yang menunjang peningkatan keimanan harus berjalan , salah satunya adalah programTilawatil Qur,an dan menghafalnya .
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ   
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.[QS 8.Al Anfal – Ayat 2 ]


2.Halaqoh ‘ubudiyah shohihah : Halaqoh harus memutaba’ah (evaluasi) ibadah yang      dilakukan oleh para anggotanya untuk memastikan bahwa ibadah anggota halaqoh dalam    keadaan baik sebagai refleksi keimanan yang terus bertambah.bagaimana sholat  berjamaahnya,sholat sunnahnya, shaum sunnahnya, dzikir ma’tsurotnya ,mabit (katibah) dll.
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلاً 
Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. [QS 73.Al Muzzammil – Ayat 8 ]

 
3. Halaqoh ‘Ilmiyah Tsaqofiyah  : Halaqoh harus memiliki program Ilmiyah, seperti bedah buku, atau sesekali menghadirkan murobbi tamu untuk mengajarkan satu bidang ilmu.atau halaqoh  dapat memberikan dorongan motivasi bagi anggotanya untuk menuntut ilmu syar’I atau ilmu lainnya seperti politik,social, pendidikan dll. dalam rangka membentuk kader berkwalitas baik ilmu dan wawasannya.


Rasululloh SAW bersabda :
” Idza Aradallohu biabdi khoiron ,Ayyatafaqqohu Fiddiin “ 
Artinya : "Jika Alloh meghendaki kebaikan atas seorang hamba maka :dijadikanlah dia faqih (faham) terhadap agamanya “.

4. Halaqoh Ukhuwah Imaniyah : Halaqoh harus mampu menyatukan hati(Irthibatul Qulub) para anggotanya dengan program-program ukhuwah, setiap anggota halaqoh harus bertaaruf (saling mengenal) satu dengan yang lainnya,saling memahami (tafahum) diantara mereka, hingga sampai kepada tingkatan  saling menanggung (Takaful), atau Saling menolong satu dengan yang lainnya ( Taawun).untuk mewujukan rasa ukhuwah diantara mereka.Adapun program yang dapat dilakukan diantaranya  Rihlah ,olahraga bersama (Riyadhoh), Saling mengunjungi (Ziaroh), makan bersama, Iftor jamai (buka puasa bersama) dengan demikian akan tercipta rasa rindu diantara mereka jika tak bertemu.
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ   
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [QS 3.Ali ‘Imran – Ayat 103 ]
 

5. Halaqoh da,wiyah wal harokiyah : Halaqoh harus mampu membangun kesadaran berdakwah  dan berharokah kepada para anggotanya, karena itulah sesungguhnya misi utama dari halaqoh usbu’iyah,jika halaqoh tak mampu melahirkan kader dakwah ibarat pohon yang tak berbuah, ibarat telur yang dierami tak pernah menetas (mungkin telurnya busuk) , atau ibarat menikah tak jua punya anak.

Firman Alloh SWT dalam surat Ali Imron ayat 79

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ اللّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُواْ عِبَاداً لِّي مِن دُونِ اللّهِ وَلَـكِن كُونُواْ رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ   
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani , karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.[QS 3.Ali ‘Imran – Ayat 79]


Atau hadits nabi “ Khoirukum manta’alamal Qur ana wa’alamahu (Sebaik-baik kamu adalah yang belajar Alqur,an dan mengajarkannya).

Dengan melaksanakan unsur-unsur diatas secara maksimal maka sebuah halaqoh akan menjadi pertemuan yang dinanti, memberikan rasa aman dan nyaman bagi para anggotanya, bahkan dia mirip sebuah hubungan keluarga, dan merasa ada keterikatam dan keterkaitan antara mereka.
  
Namun jika halaqoh tidak memenuhi unsur –unsur diatas maka dikhawatirkan akan menjadi sebuah pertemuan yang monoton, menjemukan dan memiliki kecenderungan dan potensi futur yang besar pagi para anggotanya.

Wallohu 'alam,
 
Ustadz Muhammad Ridwan 
|

Blog EntryJun 6, '11 11:36 AM
for everyone
Pemuda islam hari ini adalah gambaran masa depan islam. Apabila baik pemudanya maka akan baik pula islam di dalamnya. Dr. Syakir Ali Salim berpendapat, pemuda islam merupakan tumpuan umat. oleh karena itu existensinya sangat diperlukan di masyarakat.

"Maka apakah kamu mengira, bahwa kami menciptakan kamu main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami" QS. al-Mu'minuun:115

Peran pemuda dalam pentas sejarah
Kenalkah anda dengan Nabiyullah Ibrahim AS.? Ibrahim AS adalah sosok pemuda yang disebutkan Allah yang mampu menggentarkan kerajaan namruz. Allah berfirman: "mereka berkata; kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim" QS.21:60.

Berkarta Ibnu abbas r.a. tak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia dipilih dikalangan pemuda(yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang alim pun yang diberi ilmu melinkan ia (hanya) dari kalangan pemuda. kemudian ibnu Abbas membaca firman Allah SWT : mereka berkata: kami dengan ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim: QS. al-anbiyaa:60 tafsir ibnu katsir III/183).

Allah Berfirman:

"Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkatbersama Nuh dan dari keturunan Ibrahim dan israel dan dari orang-orang yang telah kami beri petunjuk dan telah kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang maha pemurah kepada mereka maka merka menyungkur dengan bersujud dan menangis." QS. 19:58

Begitu juga dengan ashabul kahfi

Siapa ashabul kahfi itu?
Tidak lain adalah mereka para pemuda pengikut Nabi Isa as. yang diabadikan Allah, karena menolak untuk kembali kepada agama nenek moyangnya dan lebih memilih mengasingkan diri serta berlindung kedalam goa.
Nabi muhammad SAW juga diangkat menjadi rasul tatkala baginda berusia 40 tahun. Pengikut-pengikut baginda pada generasi pertama juga kebanyakan dari kalangan pemuda, bahkan ada yang masih kecil, diantarannya adalah:

1. Ali bin abi thalib dan Zubair bin Al-Awwam usia 8 tahun;
2. Thalhah bin ubaidillah, 11 tahuin;
3. Al Arqaam bin abil Arqaam, 12 tahun;
4. Abdullah bin Mzhum, 17 tahun;
5. Jafar bin Abi thalib, 18 tahun;
6. Qudaamah bin abi mazhun, 19 tahun;
7. Said bin Zaid dan Shuhaib arrumi berusia di bawah 20 tahun;
8. Amir bin Fahirah, 23 tahun;
9. Mushab bin umair dan al miqdad bin al aswad, 24 tahun;
10. Abdullah bin al Zahsyi, 25 tahun;
11. Umar bin al khatab, 26 tahun;
12. Abu ubaidah ibnu zarrah dan utbah bin rabiah, amir bin rabiah, nu'aim bin abdillah, usman bin mazhun abu salamah,abdurrahman bin auf dan kesemuanya sekitar 30 tahun;
13. Ammar bin yasir diantara 30-40 tahun;
14. Abu bakar ash shiddiq 37 tahun. Hamzah bin abdul mutholib 42 tahun dan ubaidah bin al harith yang paling tua diantara mereka yaitu 50 tahun.

Mereka mampu menaklukan dunia imperium besar (romawi dan persia) merka juga berhasil melakukan expansi ke berbagai negara yaitu sind di barat daya india,Khazar di utara, armenia dan rusia, juga syam (suria), mesir, tripoli dan sebagian afrika. Penaklukan ini berhasil dapat dirampungkan hanya dalam kurun waktu 35 tahun.

Mereka berlayar mengarungi samudera, sehingga membuat batas geografis. kerajaan merka merabah luas hingga mencapai turkistran, bahkan sampai ketimur sampai teritorial cina dan kebarat negeri spanyol di eropa. mereka telah sanggup memperlihatkan kepada dunia akan luasnya kekuasaan islam.

Utbah bin nafi yang berdiri di pantai samudera atlantik di ujung barat berdo'a kepada Allah: "Demi Robb Muhammad, sekiranya bukan karena bentangan samudera ini yang menjadi penghalang, niscaya aku akan taklukan seluruh jagat raya ini, demi meninggikan kalimat-Mu, wahai Robbku saksikanlah!!" sementara itu diufuk timur, Qutaibah al bahilly terus menerobos sampai akhirnya ia dapat mencapai perbatasan cina.

Mereka telah menghabiskan masa mudanya untus sesuatu yang sangat berharga, memperjuangkan kalimat Allah dengan segala kemampuan mereka masing-masing, sehingga namanya terukir dengan tinta emas dalam pentas sejarah peradaban islam. Bagaimana dengan masa muda kita????

Apakah kita termasuk katagori pemuda diatas???
Atau seperti yang telah Allah gambarkan dalam Firman-Nya:
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan."

Berdasarkan hasil survey komnas anakbekerjasama dengan lembaga perlindungan anak (LPA) di 12 propinsi pada tahun 2007 terungkap sebanyak93,7% anak smp dan smu yang disurvey mengaku pernah melakukan ciuman dan oral seks.

Dan sebanyak 62,7% anak smp yang diteliti mengaku sudah tidak perawan. Serta 21,2% remaja SMU yang disurvey penah melakukan aborsi. Dan lagi 97% pelajar SMP dan SMU yang disurvey mengaku suka menonton film forno.

Sekitar 1,5% dari seluruh populasi penduduk indonesia merupakan pemakai narkoba. Ini berarti ada sekitar 3,2 hingga 3,6 juta penduduk indonesia yang berkutat dengan penyalahgunaan obat-obatan terlalarang tersebut.

Dari angka itu sekitar 15 ribu orang harus meregang nyawa setaiap tahun karena memekai narkoba. Tak kurang dari 78% korban yang tewas akibat narkoba adalah anak muda berusia antaar 19-21 tahun.

Angka itu belum termasuk mereka yang terkena dampak lain akibat kasus narkoba. Lebih dari 500 ribu orang positif terkena AIDS(Acquired Immune Deficiency Syindrome) atau sindrom kehilangan kekebalan tubuh yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

Jalan mana yang kita pilih???
Sudah semestinya kita memilih jalan yang diridhoi Allah.
Adapum beberapa bekal untuk pemuda islam yang diwasiatkan oleh para ulama yaitu:

1. Ilmu yang bermanfaat

" Barangsiapa tidak belajar dimasa mudanya, maka bertakbirlah 4 kali sebagai isyarat kematiannya."
"belajarlah, karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dengan berilmu." (imam Syafi'i)

2. Iman yang mantap (al iman daqiiq)

Iman yang menancap dalam-dalam ke dasar hati tidak mudah goyah, sehingga mampu menopang pohon agama ini seluruhnya..

seperti Firman Allah :
"Sesungguhnya orang-orang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar." QS.49:15

Kekuatan inilah yang menyebabkan pemuda islam mulia.
"Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.........."

3. Kesempurnaan akhlaq

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq."

Contoh; pendidikan Lukman yang diberikan kepada anaknya.
Firman Allah :
"Dan janganlah kamu memalinkan mukamu dari manusia(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." QS.31:18

4. Berbuat untuk kejayaan islam dan kaum muslimin

Allah berfirman:
"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama[1340] dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).".QS.42:32

"Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci." QS.61:9

wallahu'alam bishowab....

http://iqraku.blogspot.com/2011/01/peran-pemuda-islam.html

Blog EntryMay 1, '11 9:50 AM
for everyone
Jadi Ikhwan jangan cengeng..Dikasih amanah pura-pura batuk..Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..Afwan ane sakit..Afwan PR ane numpuk..Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk.
Terus dakwah gimana? digebuk?
Jadi Ikhwan jangan cengeng..Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..Kesehariannya malah jadi genit..Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt.. Jadi Ikhwan jangan cengeng..Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..Rencana awal cuma kirim Tausyiah..Lama-lama nanya kabar ruhiyah..sampe kabar orang rumah..Terselip mikir rencana walimah?Tapi nggak berani karena terlalu wah!Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!
Jadi Ikhwan jangan cengeng..Abis nonton film palestina semangat membara..Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..Semangat jadi penontonnya luar biasa..Tapi nggak siap jadi pemainnya..yang diartikan sama dengan hidup sengsara..Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Ngumpet-ngumpet buat pacaran..Ketemuan di mol yang banyak taman..Emang sih nggak pegangan tangan..Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..Oh romantisnya, dunia pun heran..Kalo ketemu Murabbi atau binaan..Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?Oh malunya sama Murabbi atau binaan?Sama Allah? Nggak kepikiran..Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Disuruh infaq cengar-cengir. .Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..Suruh tenang dan berdzikir..Malah tangan yang ketar-ketir. .Leher saudaranya mau dipelintir!

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..Malah nyari Aminah..Aminah dapet, terus Walimah..Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..Dakwah yang dulu kemanakah?Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..Duh duh… Amanah Aminah..Dakwah.. dakwah..Kalah sama Aminah..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Buka facebook liatin foto akhwat..Dicari yang mengkilat..Kalo udah dapet ya tinggal sikat..Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..Akhwatnya terpikat..Mau juga ditraktir secara cepat..Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..badan goyang-goyang kayak ulat..Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..Zina pun menjadi hal yang nikmat..Udah pasti dapet laknat..Duh.. maksiat.. maksiat..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Ilmu nggak seberapa hebat..Udah mengatai Ustadz..Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..Lho kok udah berani nuduh ustadz..Semoga tuh otaknya dikasih sehat..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Status facebook tiap menit ganti..Isinya tentang isi hati..Buka-bukaan ngincer si wati..Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..Kepala cenat-cenut kebingungan. .Oh kasihan.. Mendingan cacingan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..Makin bingung nyari teladan..Teladannya bukan lagi idaman..Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..Mau jadi putih nggak kuat nahan..Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Diajakain dauroh alasannya segudang..Semangat cuma pas diajak ke warung padang..Atau maen game bola sampe begadang..Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..Duh.. berdendang..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..Tapi jarang banget yang namanya tilawah..Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..Hidup sekarang jadinya agak mewah..Hidup mewah emang sah..Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Dulunya di dakwah banyak amanah..Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..Anak baru dipandang dengan mata sebelah..Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..Lanjutin perjuangan saya yah..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..Murabbi ikhlas dibikin melongo..Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..Oh noo...

Jadi Ikhwan jangan cengeng…Jadi Ikhwan jangan cengengJadi Ikhwan jangan cengengJadi Ikhwan jangan cengeng…Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Akhi…Banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..Dimanapun harokahnya…

Akhi..Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini.. Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm…Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..

Akhi..Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya..Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa darimu..Mereka menahan dua kekecewaan..Kecewa karena orang yang mereka percaya..dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu..tapi mereka tetap bertahan..menahan dua kekecewaankarena mereka sadar..kekecewaan adalah hal yang manusiawi..tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..

Akhi..disaat engkau menjauh dari amanah..dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat darimu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup..mereka memang punya alasan..tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah..untuk Allah.. demi Allah..mereka.. di saat lelah yang sangat..masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud..bukan untuk meminta sesuatu..tapi mereka menangis.. curhat ke Allah..berharap Allah meringankan amanah mereka..mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…

Akhi..Sungguh..dakwah ini jalan yang berat..jalan yang terjal..Rasul berdakwah hingga giginya patah..dilempari batu..dilempari kotoran..diteror.. ancaman pembunuhan…..dakwah ini berat akhi..dakwah ini bukan sebatas teori..tapi pengalaman dan pengamalantak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi..yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya..maka hal itu akan terjadi..itulah dakwahilmu yang kau jadikan ia menjadi…

Akhi..jika saudaramu selalu menangis tiap hari..Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..?meminjam bahumu..?berkumpul dan berjuang bersama-sama…?Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya..untuk berterima kasih padamu.. Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..

“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…”

“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”

“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”

“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”

“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”
Aamiin Allahumma aamiin

Posted By : http://leuwiliangpekase.blogspot.com/

Thursday, 21 April 2011


Blog EntryApr 30, '11 12:35 PM
for everyone
Alhamdulillah, buat kamu yang duduk di kelas 3 (atau kelas 12) SMA/SMK/MA, akhirnya selesai juga hajatan UN alias Ujian Nasional. Semoga hasilnya memuaskan ya, dan tentu saja kamu bisa lulus. Insya Allah. Gimana, ternyata cuma gitu-gitu aja ya? Hehehe… seperti biasa, soalnya sih gampang. Iya kan? Tetapi yang nggak gampang adalah menjawabnya. Gubrak! Sori, bukan mo ngeledekin, tapi faktanya emang gitu kan? Meski demikian, bagi kamu yang udah berusaha untuk rajin belajar dan tak kenal lelah untuk mengerjakan soal-soal latihan insya Allah mudah ya menjawab soal-soal UN kemarin.

Bro en Sis, semoga masa belajar yang kamu tempuh sejak SD hingga lulus SMA, berarti 12 tahun ya, cukup untuk menjadi bekal mengarungi kehidupan. Bagi kamu yang masih belum puas belajar, kuliah adalah pilihan tepat. Apalagi jika biayanya memang udah disiapin sama ortumu. Ambil kesempatan itu dan gunakan sebaik-baiknya. Tetapi bagi kamu yang kebetulan udah mentok, baik dari segi biaya maupun kemampuan akademik, jangan putus asa. Kesempatan kamu masih terbuka lebar untuk mengembangkan kemampuan.

Insya Allah bagi yang belajar di sekolah kejuruan nggak terlalu khawatir, karena bisa langsung bekerja di sektor industri sesuai keahlian yang dimiliki, tetapi bagi kamu yang lulusan SMA/MA agak sedikit berat. Meski tentu tetap harus semangat. Beratnya kenapa? Ya, karena dari segi keahlian tidak spesifik seperti kawan-kawan di sekolah kejuruan. Artinya, daya saing di sektor industri agak berat. Tetapi, tetap percaya diri saja. Insya Allah masih ada jalan untuk memperbaiki kualitas diri sehingga bisa tetap mendapat peluang untuk mengais rejeki, selama kamu terus mau belajar. Banyak kok, orang yang bisa survive meski tak memiliki selembar ijasah SMA karena SMP pun tak lulus. Bahkan keahliannya bisa diadu dengan mereka yang makan bangku kuliahan. Bener lho. Selalu ada jalan bagi orang yang mau berusaha. Insya Allah.

Ujian Nasional bagi siswa SMA dan SMK (termasuk MA) sudah berlalu pekan kemarin. Tinggal menunggu hasil. Semoga berhasil ya. Di awal Mei baru deh Ujian Nasional bagi kamu yang SMP, berikutnya lagi adalah SD. Bagi kamu yang masih SD atau SMP, pilihan tepat sebisa mungkin adalah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi bagi kamu yang udah SMA/SMK/MA, pilihannya jadi dua: melanjutkan pendidikan atau bekerja (tepatnya sih mencari nafkah). Sebab, mencari nafkah tidak harus dengan bekerja kepada orang lain, tetapi dengan berwirausaha pun insya Allah akan menghasilkan uang untuk nafkah pribadi dan untuk orang yang menjadi tanggungan kita, yakni orang tua. Setidaknya sebelum nikah.

Nah, gaulislam edisi ke-183 ini, insya Allah akan bahas sesuai judulnya: setelah UN, apa yang mau kita lakukan? Mau ngapain sih kita? Kalo nggak bisa kuliah, kita memilih bekerja/berusaha untuk dapetin rejeki. Kalo pun tetap mau kuliah tapi juga harus bekerja, maka bisa ditempuh dua-duanya. Bekerja untuk biayai kuliah. Nggak masalah. Selama kamu kuat melakukannya, bukan tak mungkin jika pada akhirnya kamu menuai kesuksesan. Insya Allah.

Jangan berhenti belajar

Bro en Sis, saya menuliskan subjudul ini maksudnya bahwa meski kamu udah lulus sekolah dan nggak ngelanjutin kuliah, tetapi belajar nggak boleh berhenti. Belajar apa saja yang sekiranya bisa membuat kamu jadi ahli. Bisa belajar dari orang lain, bisa membaca buku-buku mereka yang sudah sukses. Apa sajalah. Yang penting kamu bisa belajar dan mengasah terus kemampuanmu.

Jangan pernah bayangkan bahwa belajar itu sulit, belajar itu harus mahal, belajar itu harus serius. Nggak kok. Kita bisa belajar dengan mudah, murah, dan tentunya menghibur sehingga merasa enjoy dalam ngejalaninnya. Yup, intinya, sesuatu itu harus yang membuat kita merasa enjoy melaksanakannya. Sebab, kalo merasa beban karena bukan berangkat dari minat dan niat yang kuat, biasanya akan sedikit ada gangguan dalam proses belajar tersebut. Ujungnya bisa jadi malah nggak jalan.

Oya, yang perlu mendapat catatan khusus, bahwa kita rasa-rasanya tak mungkin belajar semua yang kita inginkan dari sekian disiplin ilmu dan keterampilan. Pilihlah satu bidang yang menjadi fokus belajar sesuai minat kita. Selebihnya boleh juga mengenal dan mengetahui bidang lain, meski nggak terlalu fokus. Intinya, sekadar tahu aja sebagai pelengkap potensi diri. Nggak mahir banget.

Ini bukan tanpa alasan. Sampai saat ini saya belum menemukan langsung ada orang yang serba bisa (mulitalent) dengan kemampuan yang sama bagusnya di tiap bidang yang dia bisa. Paling banter ada orang yang memiliki dua atau tiga keahlian dengan kualitas kemahiran yang sama bagusnya. Rata-rata sih dua keahlian yang dikuasai. Misalnya Buya Hamka, beliau ini handal dalam menulis maupun berbicara. Lidahnya setajam penanya. Begitu kira-kira gambarannya.

Kalo Bung Karno agak lain. Dia orator ulung. Cara berpidatonya hebat banget, meskipun tulisan-tulisannya kalo menurut saya sih biasa-biasa saja. Tapi tentu itu lebih baik daripada mereka yang menulis saja nggak bisa, berbicara juga berantakan. Maaf, barangkali hanya kentutnya saja yang lancar. Hehehe.. jangan ngambek ya kalo ada yang tersinggung dengan guyonan ini. Saya tidak bermaksud merendahkan tapi mencoba merenungkan saja. Barangkali memang ada hikmah yang bisa diambil untuk pembelajaran kita.

BTW, apa saja nih tips agar kita terus belajar tanpa henti meski usia terus bertambah bilangan angkanya. Ok. Ini ada beberapa tips yang bisa kamu coba:

Pertama, niatkan untuk ibadah. Ini penting banget. Sebab, insya Allah bakalan sia-sia setiap amalan yang TIDAK diniatkan untuk ibadah dan meraih ridho Allah. Harus diniatkan untuk ibadah dan ikhlas karena Allah ya.

Kedua, sabar dan telaten. Satu kebiasaan yang sering diamalkan oleh banyak orang adalah tergesa-gesa. Ingin cepat bisa, ingin segera terasa hasilnya. Padahal, faktanya tidaklah demikian. Butuh keuletan dan ketelitian. Keuletan dan ketelitian insya Allah bisa dijalani dengan enjoy apabila kita sabar. Cobalah terus belajar dengan sabar dan telaten, sebab benteng Mesir pun ditaklukkan tidak dengan sekali pertempuran.

Ketiga, serius. Perlu diperjelas bahwa serius bukanlah harus tegang dan kaku. Nggak kok. Maksudnya serius di sini adalah tak pernah mengabaikan setiap kesempatan untuk belajar. Belajar dan terus belajar. Tidak malas, pun tidak asal belajar.

Keempat, jangan menyerah. Harus kuat mental. Pembelajar yang handal pasti tak pernah menyerah meski sesulit apapun dalam proses belajar yang dijalaninya. Insya Allah.

Kelima, fokus. Ini sangat penting untuk mendapatkan hasil maksimal. Pilih satu keahlian yang diminati dan dinikmati dengan baik dan belajarlah untuk mengembangkannya.

Keenam, kreatif. Cobalah hal baru dalam belajar, jangan yang itu-itu saja. Jika perlu mencari bahan tambahan informasi dalam belajar melalui internet, belajarlah internet terlebih dahulu kalo belum bisa. Jika membutuhkan sarana multimedia untuk melejitkan potensi diri, tempuhlah dengan senang hati dan cari sumber-sumbernya. Kreativitas akan memberikan kekayaan nilai dalam belajar dan memaksimalkan pengembangan hasil belajarnya. Insya Allah.

Ketujuh, jangan cepat puas. Jangan berhenti di satu level terlalu lama. Boleh saja nikmati satu fase dari usaha kita, tapi jangan cepat puas. Sebaliknya, tingkatkan lagi level kemampuan kita untuk lebih mumpuni dan lebih baik lagi. Penyakit cepat puas adalah ‘pembunuh’ efektif dalam proses pembelajaran. Teruslah belajar. Jangan pernah berhenti.

Pikirkan masa depan akhirat (juga)

Sobat, kadang kita lupa. Kayaknya merasa bahwa hidup di dunia akan selamanya. Itu sebabnya, banyak orang seringkali lebih mementingkan mengejar dunia sampai lupa bekal untuk kehidupan akhirat kelak. Dunia boleh dikejar, diraih, dinikmati. Tetapi jangan lupakan kehidupan akhirat yang sudah pasti kekal abadi.

Dalam firmanNya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi (QS al-Qashash [28]: 77)

Dalam ayat ini Allah Ta’ala menekankan untuk meraih kehidupan akhirat, tetapi jangan lupakan dunia. Kalo kita, ternyata malah memilih kebalikannya. Kejar terus dunia, tetapi untuk kehidupan akhirat malah seperlunya aja. Shalat hanya dilakukan ketika sedang dirundung masalah. Rajin baca al-Quran ketika takut gangguan jin. Dengan kata lain, bekal untuk mengarungi kehidupan akhirat yang kekal abadi malah minim atau bahkan nggak diperhitungkan sama sekali. Aduh, jangan sampe deh.

Bro en Sis, Ujian Nasional bukan akhir dalam proses belajar kita. Itu baru satu etape kehidupan saja. Masih banyak etape lain yang akan dilalui dan tentu saja memerlukan pengetahuan yang benar dan baik agar bisa mengatasi kendala yang ada.

Meski dunia terus kita kejar, tetapi luangkan waktu lebih banyak untuk bekal di kehidupan akhirat. Apa itu bekalnya? Amal shalih dan terus memohon rahmat dan ampunan dari Allah Swt. agar kelak di akhirat kita dimasukkan ke surgaNya. Insya Allah.

Nah, karena kehidupan akhirat lebih kita perlukan, maka kita harus terus belajar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shalih kita. So, jangan bangga dulu kalo di KTP atau kartu pelajar tercantum Islam di kolom agama, jika praktiknya dalam kehidupan sehari-hari kita tak pernah beramal shalih, bahkan keimanan kita sudah ternodai dengan kekufuran, tauhid kita diselipi syirik. Jangan sampe deh!

Yuk mari, kita belajar Islam tak pernah henti. Ujian Nasional boleh berlalu, tetapi belajar untuk bekal akhirat kita wajib terus kita lakukan untuk meraih predikat mukmin sejati. Sip deh! [solihin: osolihin@gaulislam.com]

http://www.gaulislam.com

Posted in Buletin GAUL Islam,Tahun IV/2010-2011 by sholihin on the April 25th, 2011
gaulislam edisi 183/tahun ke-4 (21 Jumadil Awwal 1432 H/ 25 April 2011)


Blog EntryApr 5, '11 12:31 PM
for everyone
Januari 
24 undefined
Arif Setyawan

Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). (Al-A’raaf: 202)

Begitu sulitnya saat ini membedakan antara teman yang baik dengan yang buruk. Padahal kelak teman kitalah yang akan menentukan masa depan dan akhir kesudahan kita di surga atau neraka. Teman yang baik akan membawa kita ke surga, sedangkan teman yang buruk akan menyeret kita ke dalam api neraka.

Rasulullah SAW bersabda: “Jika engkau hendak mengenal seseorang (siapa dan bagaimana dia?), maka lihatlah dengan siapa dia berteman. Maka seperti itulah dia”. (Al Hadits)

Sehingga begitu berarti dan pentingnya kita dalam memilih teman yang akan mempengaruhi pola fikir, jalan/ cara hidup, cara berbicara, dan cara bergaul kita. Lebih lanjut, Nabi SAW mengatakan bahwa: “Sesungguhnya setiap bayi yang dilahirkan itu dalam keadaan suci/ fitroh (Islam), maka kelak keluarga dan masyarakatnyalah (teman) yang akan menjadikan dia Nashrani, Majusi atau Yahudi (Al Hadits).

Dalam sabdanya yang lain: “Jika kau berteman dengan pandai besi, maka engkau akan terkena panas baranya, tetapi jika engkau berteman dengan penjual minyak wangi, maka engkau akan mencium harum wanginya” (Al Hadits).

Untaian-untaian pesan Nabi SAW tersebut adalah sebuah gambaran akan begitu pentingnya memilih teman yang baik dan menjadikan kita semakin taat dan beriman kepada Rabb kita, Allah SWT. Bukan berteman dengan orang yang tidak beriman atau mengajak kita berbuat maksiat dan menyekutukan Allah. Lebih lanjut Allah SWT berfirman:

QS. Ali Imran: 118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

Terkadang kita cenderung sembarangan dalam memilih teman. Kita memilih teman dengan mengikuti orang lain atau trend yang berkembang dalam masyarakat atau lingkungan tersebut. Jika trend lingkungan didominasi oleh orang yang disegani oleh orang lain karena kebrutalannya, maka kita dianggap nggak gaul atau tidak wajar jika tidak berteman dan mengikuti mereka. Padahal mereka cenderung tergolong sebagai ahli neraka (jika mereka tidak bertobat), daripada ahli surga.

Padahal telah jelas bagi kita, bahwa akhir kesudahan itu hanya ada dua kemungkinan, surga atau neraka! Sementara nanti jika kita telah masuk ke dalam neraka, Allah SWT berfirman:

QS. Al A’raaf: 38. Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang Telah terdahulu sebelum kamu. setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk Kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudiandi antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu"Ya Tuhan kami, mereka Telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka". Allah berfirman: "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak Mengetahui".

Sehingga seperti pesan qudwah kita, Rasulullah SAW lagi dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:

“Janganlah salah satu di antara kamu sekalian ber-imma’ah (ikut-ikutan), yang jika orang lain baik maka engkau baik; dan jika mereka jelek maka engkau jelek pula.

Akan tetapi hendaklah engkau tetap konsisten terhadap (keputusan) dirimu. Jika orang lain baik, maka engkau baik; dan jika mereka jelek, hendaklah engkau jauhi keburukan mereka”.

Rasulullah SAW memberikan kita sebuah pesan yang melarang kita ikut-ikutan orang berbuat buruk, tetapi kita diharuskan untuk konsisten (istiqomah) dalam kebaikan.

Lalu bagaimana konsisten (istiqomah) dalam kebaikan itu? Supaya kita bisa terus berada dalam kebaikan. Mudah saja, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan:

1. Memilih dan memiliki teman yang jelas arah dan tujuan hidupnya, yaitu untuk beribadah pada Allah SWT.

QS. Ali Imran: 28 : Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman dengan meninggalkan orang-orang mukmin.

2. Jauhi tempat-tempat maksiat (nongkrong yang sia-sia menghabiskan waktu) yang berisi orang-orang yang lalai dari mengingat Allah.

3. Tinggalkan orang-orang yang melupakan Allah SWT dan melupakan hari pembalasan.

QS. Jaatsiyah: 34 : Dan dikatakan (kepada mereka): "Pada hari Ini kami melupakan kamu sebagaimana kamu Telah melupakan pertemuan (dengan) harimu Ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong".

4. Jauhi orang-orang yang mengolok-olok Allah dan Rasul-Nya.

QS. Al A’raaf: 51 : (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia Telah menipu mereka.

Teman seperti apakah yang harus kita pilih? Di mana kita dapatkan?

1. Teman yang dewasa, tetapi bukan teman yang sekedar lebih tua saja. Sebab, lebih tua belum tentu dewasa. Teman dewasa adalah teman yang dewasa aqidahnya, bukan sekedar libidonya. Ia dikenal baik dan mampu membedakan yang baik dengan yang bathil dan mengajarkan serta mengajak berbuat kebaikan.

2. Teman yang pandai dan rajin beribadah, sebab pandai aja gak cukup. Orang pandai ada yang baik ada yang buruk, standard orang pandai yang baik adalah yang rajin ibadah.

3. Teman yang baik berada di tempat yang baik. Di masjid dan musholla, sebab, Nabi SAW senantiasa berpesan: “salah satu golongan yang akan mendapat syafaat pada hari perhitungan nanti adalah pemuda yang hatinya terpaut pada masjid”.


http://aselins.blogspot.com/search/label/Materi


Blog EntryMar 25, '11 11:02 PM
for everyone

Pages:12345